Kerjasama Gagal, DKP Jambi Kewalahan Pasarkan Produksi Ikan Patin

Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Jambi mengaku masih kesulitan memasarkan ikan patin yang diproduksi pada 2019 ini.

Kerjasama Gagal, DKP Jambi Kewalahan Pasarkan Produksi Ikan Patin
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala DKP Provinsi Jambi Tema Wisman. 

Kerjasama Gagal, DKP Jambi Kewalahan Pasarkan Produksi Ikan Patin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Jambi mengaku masih kesulitan memasarkan ikan patin yang diproduksi pada 2019 ini. Pasalnya kerjasama dengan pihak luar selalu gagal. Kemudian dengan cara hilirisasi produk ikan patin belum bisa dilakukan masyarakat.

Kepala DKP Provinsi Jambi Tema Wisman mengakui, pihaknya talah mencoba kerjasama dengan pihak luar daerah. Namun belum berhasil, untuk penampung produksi ikan patin yang surplus ini.

“Untuk pemasarannya baik berupa tubuh utuh maupun berupa fillet sudah kita coba semua. Tapi pihak ketiga umumnya lari semua,” ujarnya kepada Tribunjambi.com, Kamis (4/7/2019).

Untuk solusi lainnnya Tema menyebut hilirisasi produk ikan patin menjadi produk siap olah bisa menjadi pilihan. Namun petani peternak patin belum menyanggupi.

Baca: Terjerat Kasus Penyelundupan Benih Lobster di Jambi, Warga Tiongkok Dituntut 4 Tahun Penjara

Baca: Pasar Atas Sarolangun Semrawut, Dinas Perkim Tuding Gara-gara PKL

Baca: Bupati Safrial ingin Tanjab Barat Jadi Contoh Pembangunan Ramah Lingkungan

Baca: Pemprov Jambi Usulkan 1,129 Formasi CPNS dan PPPK ke Kemenpan

“Solusi ada tapi mereka tidak mau. Harusnya mereka olah sendiri membuat jadi produk jadi, itu yang akan kita giatkan lagi ke depan,” terangnya.

Untuk produksi patin ini sendiri kata dia tercatat meningkat dari tahun 2018 yang hanya 19 ribu ton menjadi 60 ton per hari pada tahun ini.

“Berapapun produksi yang ingin kita capai mereka bisa bikin, sekarang produksi bisa 20 sampai 25 ton dan mereka bisa cetak 60 ton per hari,” katanya.

Kemudian produksi perikanan umumnya di Jambi sampai saat ini mengalami peningkatan yakni sebanyak 2,7 persen pada perikanan tangkap dan 2,1 persen perikanan budidaya.

Selebihnya dia mengatakan pihaknya juga mengembangkan ikan endemik Jambi seperti ikan semah. Saat ini pihak DKP Provinsi memiliki stok bibit ikan semah cukup banyak.

“Pembenihan ikan semah di Kerinci itu sudah sangat berhasil lebih kurang sekitar 180 ribu ekor per tahun kita punya,” ucapnya.

Baca: Rebut Hadiah Jutaan, Ratusan Peserta Bersaing di Turnamen Mobile Legends Tribun Jambi

Baca: 9 Orang Mangkir, Kejati Jambi akan Panggil Saksi Dugaan Korupsi Beasiswa Disdik 2014

Baca: Awal Triwulan III, Realisasi Fisik Dinas PUPR Kota Jambi Baru 30 Persen

Baca: Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh

Hanya saja kendala yang temui saat ini adalah masalah pembesaran ikan semah. Tema menyebut faktor lambatnya pertumbuhan ikan tersebut masih diteliti.

“Masalah itu sekarang deteliti oleh peneliti dari IPB, penelitian itu rutin dilakukan per enam bulan mereka datang mengambil sampel semah, mudah-mudahan ke depan akan menguntungkan Provinsi Jambi,” pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved