Berita Nasional

Heboh! Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Jokowi Digugat Warga Jakarta ke Pengadilan, Ada Apa?

Heboh! Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Jokowi Digugat Warga Jakarta ke Pengadilan, Ada Apa?

Heboh! Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Jokowi Digugat Warga Jakarta ke Pengadilan, Ada Apa?
Theresia Felisiani
Presiden Jokowi di Sulut 

Heboh! Anies Baswedan, Ridwan Kamil hingga Jokowi Digugat Warga Jakarta ke Pengadilan, Ada Apa?

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah warga mengajukan gugatan untuk tujuh tokoh pemerintah, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, gugatan tersebut diajukan ke pengadilan oleh warga yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Greenpeace Indonesia, juga Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta.

Mereka melayangkan gugatan tersebut sebagai bentuk protes atas kualitas udara di Jakarta yang semakin memburuk.

Baca: Mavic Coffee Cara Nikmati Kopi Jambi ala Kedai Jepang

Baca: VIDEO: Lakukan 5 Cara Ini Agar Wajahmu Bebas Minyak Bak Song Hye Kyo, Lihat Hasilnya Setelah 7 Hari!

Baca: VIDEO : Viral Video Pesawat Citilink Terbang Hanya Bawa 1 Penumpang, Ini Penjelasan dari Maskapai

Baca: OKNUM Polisi Diduga Hamili 2 Wanita Sekaligus, Kedua Korban Ditelantarkan hingga Melahirkan

Gugatan warga negara atau citizen law suit (CLS) ini resmi dilayangkan oleh warga tersebut kepada sejumlah lembaga pemerintahan melalui Pengadilan Negeri JakartaPusat, Kamis (4/7/2019).

Dijelaskan, ada tujuh gugatan yang diajukan.

"(Menggugat) Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, serta turut tergugat Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten," ucap Pengacara Publik LBH Jakarta Ayu Ezra Tiara, Kamis.

Ayu menjelaskan, ada 31 orang yang menjadi pihak penggugat.

Mereka merupakan warga yang sehari-hari beraktivitas di Jakarta dari berbagai profesi dan latar belakang.

Ayu memaparkan, bukti gugatan tersebut berupa data dari pemantau udara AirVisual yang dapat mereka data dari dua stasiun pemantau milik Kedutaan Besar Amerika Serikat, satu stasiun milik BMKG, serta empat alat AirVisual (di Pejaten, Rawamangun, Mangga Dua, dan Pegadungan).

Dijelaskan Ayu, Air Visual mencatat, Jakarta beberapa kali menempati kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI (indeks kualitas udara) kategori 'tidak sehat' pada 19 hingga 27 Juni 2019.

Selain itu dicatat pula udara di Jakarta sudah melebihi baku mutu udara ambien harian (konsentrasi PM 2,5 melebihi 65ug/m3).

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved