Bupati Safrial ingin Tanjab Barat Jadi Contoh Pembangunan Ramah Lingkungan

Bupati Tanjab Barat, Safrial meminta pembangunan harus mempertimbangkan aspek aspek lingkungan.

Bupati Safrial ingin Tanjab Barat Jadi Contoh Pembangunan Ramah Lingkungan
Tribunjambi/Darwin
Bupati Tanjung Jabung Barat, Safrial menghadiri acara sosialisasi dan bimbingan teknis penyusunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (DDDTLH) berbasis jasa ekosistem yang diikuti 40 orang peserta, Kamis (4/7). 

Bupati Safrial ingin Tanjab Barat Jadi Contoh Pembangunan Ramah Lingkungan

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Bupati Safrial meminta pembangunan harus mempertimbangkan aspek aspek lingkungan dan wajib menyusun program perencanaan lingkungan hidup sustainable development.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Safrial menghadiri acara sosialisasi dan bimbingan teknis penyusunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup (DDDTLH) berbasis jasa ekosistem yang diikuti 40 orang peserta, Kamis (4/7).

Di aula utama pola kantor bupati, Bupati Safrial mengatakan bahwa pemerintah wajib menyusun program perencanaan lingkungan hidup sustainable development.

"Pembangunan harus mempertimbangkan aspek aspek lingkungan," ucapnya.

Menurut Safrial, daya tampung dan daya dukung dapat membantu ekosistem untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebab laju pertumbuhan ekonomi penduduk dan tuntutan kebutuhan ekonomi berdampak terhadap pengunaan sumber daya alam.

Baca: Awal Triwulan III, Realisasi Fisik Dinas PUPR Kota Jambi Baru 30 Persen

Baca: Pemprov Jambi Usulkan 1,129 Formasi CPNS dan PPPK ke Kemenpan

Baca: 9 Orang Mangkir, Kejati Jambi akan Panggil Saksi Dugaan Korupsi Beasiswa Disdik 2014

Baca: Sulit Dapat Gas Subsidi, Warga Alam Barajo Beli di Warung Rp 30 per Tabung

Pemanfaatan ruang pembangunan yang diketahui bahwa salah satunya terjadinya alih fungsi lahan terutama lahan produktif untuk lahan non pertanian. Serta belum optimalnya pemanfaatan rencana tata ruang yang berwawasan lingkungan dalam perencanaan pembangunan.

“Saya berharap Tanjab Barat menjadi contoh terkait pembangunan yang memakai prinsip keramahan lingkungan hidup,” katanya.

Tak hanya itu Bupati berpesan agar sosialisasi ini diikuti dengan seksama dan serius agar tercapainya tujuan bersama dalam membangun Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Mengingat pentingnya acara ini, diminta kepada seluruh OPD untuk mengikuti acara ini dengan serius dari awal hingga akhir acara sosialisasi ini,” imbaunya. 

Dalam kesempatan yang sama Kapala DLH Tanjab Barat Suparjo mengatakan Sosialisasi ini perlu disampaikan kepada para peserta sebagai acuan untuk penyusunan rencana pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Rangkaian bimtek ini akan menjadi modal kita ke depan dalam menjaga ekosistem di Kabupaten Tanjung Jabung Barat," harapnya.

Peserta kegiatan ini terdiri dari OPD, para camat se-Tanjabbar, dan tim teknis lingkungan hidup. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera/P3E Kementerian Lingkungan Hidup, Amral Fery menyampaikan bahwa berbagai sektor seperti perindustrian, pertambangan, pariwisata, transportasi dan lainnya, hanya membuka usaha dan memerhatikan produksi saja. 

Baca: Waspadai El Nino, Ini Langkah Disnakan Bungo Antisipasi Kekurangan Pakan Ternak

Baca: Puncak Kemarau, BPBD Sarolangun Temukan Satu Titik Api di Pauh

Baca: Mulai Difungsikan, Dinas Peternakan Sungai Penuh Minta Warga Potong Sapi di RPH

Baca: Pemprov Jambi Ajukan Rp 1,3 Miliar untuk Seleksi CPNS dan P3K 2019

"DLHK3-lah yang menjadi pihak yang bertugas mengawasi dampak terhadap lingkungan yang dihasilkan oleh berbagai sektor usaha tersebut," tuturnya.

Sehingga diperlukan KLHS bagi setiap instrumen rencana pembangunan sebagai bahan pertimbangan dampak lingkungan yang akan dihasilkan dari setiap kegiatan pembangunan.

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved