Benarkah Posisi AHY Sebagai Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Ilegal?

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan angkat bicara mengenai tudingan forum komunikasi pendiri dan deklarator (FKPD) Partai D

Benarkah Posisi AHY Sebagai Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Ilegal?
(Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/JEPRIMA)
Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan saat memberikan keterangan pers mengenai Andi Arief yang terlibat hoaks terkait dugaan adanya tujuh kontainer berisi surat suara pemilihan umum presiden yang sudah tercoblos untuk nomor 01 di Kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2018). Menurutnya Partai Demokrat akan memberikan bantuan hukum atas kasus yang tengah dijalani Andi Arief. 

TRIBUNJAMBI.COM- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Pandjaitan angkat bicara mengenai tudingan forum komunikasi pendiri dan deklarator (FKPD) Partai Demokrat, bahwa Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat merupakan lembaga ilegal karena di luar struktur partai.

Hinca mengatakan tudingan tersebut keliru.

Kogasma menurutnya legal dan dibentuk untuk menghadapi Pilpres dan Pileg yang digelar berbarengan.

Karena pada saat yang sama, sejumlah survei menyebut bahwa elektabilitas Demokrat anjlok.

"Nah posisi partai Demokrat berada dalam keadaan sulit, karena kami tidak mempunyai wakil, presiden dan wapres di situ. Sehingga lembaga survei menempatkan Demokrat antara 3-4 persen. Karena itu DPP mengambil sikp cepat untuk menambah kekuatan baru khusus kampanye. Makanya kami bentuk namanya Kogasma itu bulan Februari," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Kamis (4/7/2019).

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Jumat 5 Juli 2019, Aries Temukan Cinta, Gemini Kecewa Berat, Zodiak Kamu?

Baca: Nelayan Keluhkan Melonjaknya Harga BBM, Dinas Perikanan Tanjab Timur Janji Menata Sub Penyalur

Baca: Masih Ingat Sheila Marcia? Hidupnya Sempat Berantakan dan Pas-pasan, Kini Makmur dan Segar

Lagian menurut Hinca Kogasma Demokrat dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) yang merupakan kader partai Demokrat.

AHY didapuk pimpin Kogasma karena merupakan simbol partai, yang baru selesai mengikuti Pilkada DKI 2017.

"Sehingga dia mempunyai energi baru yang kami dorong. Oleh karena itu bersama sama kader bergerak untuk memenangkan pemilu itu," tuturnya.

Keberadaan Kogasma menurutnya membuahkan hasil. Elektabilitas Demokrat mencapai 7 persen dan akhirnya lolos ke parlemen.

Demikian pula tugas Kogasma selesai usai gelaran Pileg dan Pilpres.

"Jadi kalau ada yang bilang itu ilegal itu sama sekali salah, yang benar adalah ini bagian strategi kita untuk memenangkan. Faktanya kami dipercya masyatakat 7,7 persen. Nah, jadi lembaga Kogasma itu sah dan menurut aturan itu baik," tuturnya.

Hinca mengatakan partainya akan menindaklanjuti tudingan tersebut. Demokrat akan memberikan sanksi disiplin kepada FKPD.

"Karena itu partai memutuskan untuk melakukan penegakan hukum disiplin partai kepada yang menyampaikan itu. Karena kami di PD punya mekanisme. Ini soal internal, soal kami di dalam dan kami selesaikan," pungkasnya.

Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved