Tiga Orang Ini Beri Kesaksian Kasus Dugaan Korupsi Auditorium UIN STS Jambi

Tiga orang saksi kasus pembanguan auditorium UIN STS Jambi diperiksa Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (3/7) ini.

Tiga Orang Ini Beri Kesaksian Kasus Dugaan Korupsi Auditorium UIN STS Jambi
Tribunjambi/Jaka HB
Lexi Fatharani selaku kasi penkum Kejaksaan tinggi Jambi. 

Tiga Orang Ini Beri Kesaksian Kasus Dugaan Korupsi Auditorium UIN STS Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tiga orang saksi kasus pembanguan auditorium UIN STS Jambi diperiksa Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (3/7) ini.

Lexy Fatharani selaku kasi penerangan hukum Kejaksaan Tinggi Jambi membenarkan hal ini. Bahkan Lexy mengatakan ada empat orang.

Meski pun begitu Lexy Fatharani belum dapat membeberkan siapa-siapa saja yang menjalani pemeriksaan tersebut.

Alasannya demi kepentingan penyidik. “Iya korupsi pembangunan gedung auditorium benar sedang dilakukan penyelidikan. Untuk sementara jumlah yang dipanggil baru sepuluh orang, namun yang hadir ada empat orang,” sebut Lexy.

Menurut informasi beberapa orang yang diperiksa pada Rabu (3/7) kemarin. Mereka adalah warga Bandar Lampung, dan dua warga Kota Jambi.

Baca: Konflik Lahan: Warga Sogo Bakal Datangi Kantor Bupati Muarojambi, Tanyakan Hasil Verifikasi

Baca: Rapat Penetapan Caleg Terpilih Batal Hari Ini, KPU Bungo Sebut Karena MK

Baca: Berkas ASN Kepri Pemilik Sabu 1,3 Kg Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jambi

Baca: Ikan Kerambah Banyak Mati, Begini Cara Rusnita Dapatkan Untung

Baca: Nasib Komplotan Curanmor di Kuala Tungkal Berakhir di Hotel Prodeo

Saat ditanyai apakah nantinya akan ada pemanggilan terhadap pihak UIN STS sendiri, dalam hal ini Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek tersebut.

Lexy hanya menyebutkan, tengah menunggu hasil pemeriksaan siap.

“Ke depan pasti akan ada yang kita periksa selain pihak rekanan dan dari UIN sendiri, juga pendukung-pendukung lainnya akan kita periksa. Untuk menemukan titik terangnya. Ya, sudah dipanggil atau belum nanti tunggu hasil penyelidikan saja ya,” jelas Lexy.

Perlu diketahui, sebelumnya pejabat pembuat komitmen (PPK), vendor, konsultan pengawas, bendahara proyek dan satu orang lainnya telah menjalani pemeriksaan di Kejati Jambi. Pihak penyidik kini tengah menggarap dan melakukan penyelidikan terhadap perkara mangkraknya proyek pembangunan auditorium UIN STS Jambi tahun 2018.

Kendati demikian, belum ada tersangka dalam perkara ini. Sebab, masih akan melakukan penyelidikan. Dalam pengerjaan proyek diduga ada indikasi kejanggalan sehingga prosesnya mangkrak.

Baca: Tingkah Laku Jokowi Saat di Pesawat Kepresidenan di Ungkap Pramugari: Itu sangat Menarik Sekali

Baca: Begini Kabar Terbaru Lesehan Bu Anny yang Sempat Viral, Sekarang Jadi Tempat Wisata, Ada Tulisan Ini

Baca: Kepala Disdukcapil Bungo Pensiun, Ini Sosok Penggantinya

Baca: Wabup Amir Sakib Hadiri Apkasi Otonomi Expo 2019 di jakarta

Pembangunan ini sendiri diketahui bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. PT Lambok Ulina diketahui PT yang mengerjakan proyek tersebut, melalui kontrak lewat Surat Keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomor 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/ 2018 untuk memulai pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved