Puncak Musim Kemarau Juli-Agustus, BMKG Imbau Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

BMKG Sultan Thaha Jambi memprediksi puncak kemarau pada Juli dan Agustus. Ini dikarenakan frekuensi hujan yang sudah jarang terjadi di wilayah Provins

Puncak Musim Kemarau Juli-Agustus, BMKG Imbau Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Tribunjambi/Rohmayana
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sulthan Thaha Jambi, Kurnia Ningsih. 

Puncak Musim Kemarau Juli-Agustus, BMKG Imbau Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa waktu terakhir, cuaca panas disertai kabut asap terjadi di Kota Jambi. BMKG Sulthan Thaha Jambi memprediksi puncak kemarau pada Juli dan Agustus. Ini dikarenakan frekuensi hujan yang sudah jarang terjadi di wilayah Provinsi Jambi.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas 1 BMKG Sulthan Thaha Jambi melalui Kepala Seksi Data dan Informasi, Kurnia Ningsih mengatakan untuk antisipasi munculnya titik api kebakaran hutan dan lahan, diimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Musim kemarau ini diprediksi bulan Juni hingga September, puncakya Juli dan Agustus, untuk itu diharap tidak melakukan aktivitias membakar sampah berlebihan, menjaga kondisi lingkungan dan mewaspadai terjadinya kebakaran pemukiman," katanya saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, Rabu (3/7).

Baca: Tanjab Timur Diprediksi Bakal Dilanda Kemarau Panjang, UPTD SPAM Antisipasi Kekeringan

Baca: 113 Ribu Benih Lobster Selundupan Ditangkap Polresta Jambi, Libatkan Warga Batam dan Bengkulu

Baca: Tiga Orang Ini Beri Kesaksian Kasus Dugaan Korupsi Auditorium UIN STS Jambi

Baca: Konflik Lahan: Warga Sogo Bakal Datangi Kantor Bupati Muarojambi, Tanyakan Hasil Verifikasi

Baca: Toko Buku Gramedia Jambi Lagi Ramai Diskon, Consina, Tracker Beri Diskon Khusus

Kurnia Ningsih menyebutkan titik rawan terjadinya Karhutla di Provinsi Jambi terjadi di wilayah timur, seperti wilayah gambut Muarojambi, Tanjabtim, Tanjabbar, Batanghari dan Tebo.

"Sejauh ini sudah banyak terpantau titik api ya, titik panas terpantau dengan menggunakan satelit terra aqua yang datanya kemudian kita infokan kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi untuk dilakukan cek ke lapangan," ujarnya.

Namun, Kurnia Ningsih mengatakan meski bulan Juli dan Agustus diprediksi puncak kemarau di Provinsi Jambi, peluang turunnya hujan masih ada. Sementara, menurutnya tahun 2019 diprediksi cuaca lebih kering dibanding tahun sebelumnya, namun tidak sekering tahun 2015.

"Kita harus bersyukur mendapat wilayah seperti ini. Walaupun musim kemarau, tapi masih akan turun hujan walaupun tidak banyak," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved