Berita Tanjab Barat

Penertiban Pedagang Pasar Parit I Kuala Tungkal, Agus Minta Pemkab Tanjab Barat Jangan Tebang Pilih

Penertiban ini bukan hanya dilakukan di Pasar Parit I lama di Jalan Nasional melainkan pedagang yang di Pasar Parit I dekat Unja

Penertiban Pedagang di Pasar Parit I Kuala Tungkal, Agus Minta Pemkab Tanjab Barat Jangan Tebang Pilih 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tim Gabungan dari Satpol PP dan dinas terkait melakukan penertiban kepada pedagang yang berjualan tak sesuai aturan.

Pada prinsipnya pedagang Pasar Parit I mendukung pemerintah asalkan semua pedang ditertibkan.

Penertiban pedagang di pasar Parit I Kuala Tungkal terus dilakukan oleh petugas gabungan, Rabu (3/6/2019).

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan penertiban ini dilakukan oleh petugas gabungan dari satuan polisi pamong praja, Polsek Tungkal Ilir, TNI, Diskoperindag, dan Dinas Perhubungan.

Penertiban ini bukan hanya dilakukan di Pasar Parit I lama di Jalan Nasional melainkan pedagang yang di Pasar Parit I dekat Unja yang berjualan di badan jalan.

Baca: Sudah Ketemu Jokowi, Ini Sosok Angela Tanoesoedibjo, Digadang Calon Menteri Kabinet Jokowi-Amin

Baca: Sumber Kekayaan Barbie Kumalasari yang Tak Terduga, Mengapa Bisa Pamer Cincin Berlian Rp 20 M

Baca: Truk Batubara Terbalik Setelah Seruduk Honda Mobilio Bardi, Kecelakaan Dinihari di Jambi Timur

Baca: Jurus Tompi Lerai Emak-emak yang Nyaris Berantem dengan Mata Melotot saat Ngamen sama Glenn Fredly

Menanggapi penertiban ini, Agus, salah satu pedagang pada dasarnya mendukung pemerintah.

Namun diharapkan penertiban dilakukan kepada semua pedagang tanpa pandang bulu.

"Kita inginkan betul betul tertib, jangan ada anak tiri anak kandung," katanya.

Pada dasarnya para pedagang mendukung kegiatan pemerintah khususnya bidang pasar.

Dukungannya itu sejak dia masih berjualan dengan kondisi jalan yang buruk hingga telah dibangunnya pasar parit I Kuala Tungkal dekat Unja.

Dikatakan Agus, dengan kondisi seperti ini pemerintah cenderung plin plan.

Plin plan tersebut dikarenakan dalam penertiban itu dilakukan dalam jangka waktu sekitar satu tahun baru terealisasi.

"Kalau memang ditertibkan, ditertibkan semua. Jangan ada anak tiri anak kandung. Nanti disini tertib disana masih jualan," harapnya.

Terpantau, meskipun sempat mengalami penolakan, petugas tersebut tampak memindahkan lapak pedagang yang sudah berdiri tehak dengan perlahan lahan. (Tribunjambi.com/Darwin Sijabat)

Penulis: Darwin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved