Berita Tanjab Barat

VIDEO: Penertiban Lapak Pasar Parit I Lama Kuala Tungkal Jambi, Pedagang Hanya Bisa Pasrah

Penertiban pedagang pasar parit 1 Kuala Tungkal kembali dilakukan petugas gabungan oleh Disperindag Tanjab Barat bersama pihak Pol PP dan instansi

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - 50 lapak pedagang di Pasar Parit I lama, Jalan Nasional, Kuala Tungkal ditertibkan petugas gabungan, Senin (1/7).

Penertiban pedagang pasar parit 1 Kuala Tungkal kembali dilakukan petugas gabungan oleh Disperindag Tanjab Barat bersama pihak Pol PP dan instansi terkait.

Kali ini penertiban dilakukan dengan membongkar lapak-lapak pedagang yang masih berjualan di sepanjang jalan Nasional, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat.

Syafriwan, Kadis Koperindag Tanjab Barat menyampaikan penertiban ini sesuai dengan kesepakatan bersama antara pedagang baik pasar parit I lama dengan pasar parit 1 dekat Unja dengan pemerintah.

“Kita sudah lakukan semua tahapan,hari ini kita tertibkan dengan cara membongkar lapak,” ujarnya.

Baca: Resmi, Manchester United U-18 Rekrut Pemain yang Miliki Darah Indonesia Zidane Iqbal, Ini Potretnya

Baca: Viral Ketahuan Selingkuh, Pria Ini Nikahi Adik Kandungnya Sendiri, Istri Sah Laporkan ke Polisi

Baca: Penggunaan High Five Emoji di WhatsApp, Buat Minta Maaf atau Toss? Ternyata Ini Jawabannya

Baca: Kabar Gembira, Gaji ke-13 PNS Mulai Cair, Walikota Ini Sudah Tanda Tangani Pencairan

Pada penertiban kali ini, terdapat pedagang melakukan penolakan dengan tetap bersikukuh berjualan di pinggir jalan. Dan ada pula yang pasrah melihat lapak nya diangkat petugas gabungan.

Namun hal tidak membuat petugas gabungan dari Diskoperindag, TNI, Kepolisan dan aparat Satpol PP gentar melakukan penertiban dengan memindahkan lapak pedagang ke pasar yang disediakan.

“Silahkan melakukan penolakan kita tetap jalan sesuai aturan kalau mereka tidak mau pindah kita bantu pindah terserah mau ke pasar atau ke rumah,” ujarnya.

Adanya pedagang yang menyebut tidak mendapat lapak di pasar parit 1 disebut Safriwan merupakan pedagang baru. Kata dia pedagang yang belum dapat lapak harus ke kantor untuk didata dan disediakan lapaknya.

“ Semua yang kita data sebelumnya sudah dapat lapak, yang baru-baru ini belum dapat, harusnya mereka ke kantor biar didata ulang,” tegasnya.

Sementara itu Ana salah satu pedagang merasa penertiban ini memberatkan pedagang. Ia menyebut apabila berjualan di dalam pasar membuat pedagang merugi.

“Seminggu lebih kami jualan disana (Pasar Parit I dekat Unja) tidak ada untung. Didalam kami jualan modal Rp 2 juta perhari cuman dapat 700 sehari,” keluhnya.

Ia pun menyebut kalau saja tidak merugi tentu pedagang akan memilih berjualan di dalam pasar, namun karena selalu merugi pedagang memilih kembali berjualan di pinggir jalan.

“kami jualan di rumah kami, Kalau tidak bertahan disini kami mau makan apa pak,” pungkasnya.

Lapak pedagang yang ditertibkan tersebut berjumlah sekitar 50 lapak yang terdiri dari meja meja tempat dagangan pedagang. Jenis lapak yang ditertibkan tersebut berupa lapak pedagang yang menjual ikan, daging, sayur dan buah. Atau yang dimaksud dengan pedagang basah.

Penulis: Darwin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved