Tak Terima Divonis 3 Tahun, Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo Ajukan Banding

Gerry Farilan, salah satu terdakwa korupsi pencairan kredit fiktif Bank Mandiri Tebo cabang pembantu Sumber Agung ajukan banding atas putusan hakim.

Tak Terima Divonis 3 Tahun, Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo Ajukan Banding
Tribunjambi/Jaka HB
Tiga terdakwa dugaan kredit fiktif Bank Mandiri samratulangi dengarkan lima saksi, pada Senin (17/6) di Pengadilan Negeri Jambi. 

Tak Terima Divonis 3 Tahun, Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Ajukan Banding

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI  - Gerry Farilan, salah satu terdakwa korupsi pencairan kredit fiktif Bank Mandiri Tebo cabang pembantu Sumber Agung ajukan banding atas putusan yang dijatuhkan. Wajdi selaku kuasa hukum Gerry memaparkan beberapa alasannya, pada Selasa (2/7).

Wajdi mengaku tidak sependapat dengan keputusan majelis hakim yang memvonis kliennya 3 tahun 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. Serta dikenakan uang pengganti Rp 2.488.690.310,39 subsider 1 tahun 6 bulan kurungan penjara.

“Sebenarnya ini tidak boleh lagi dipersidangkan. Sebab perkara ini jauh-jauh hari sudaj diketahui terhadap perkara perbankan. Buktinya kerugian sudah diketahui sejak awal. Sudah diktahui dihasil audit. Namun dalam sidang kami tanyakan apa buktinya, tidak bisa dijawab,” sebutnya.

Baca: Bupati Romi Ingin Usulan 6 Kelurahan Jadi Desa Dibatalkan

Baca: Kekurangan Staf, Pemkab Merangin Positif Buka Rekrutmen CPNS 2019, Usulkan 280 Formasi

Baca: Baliho Cek Endra Mulai Bermunculan di Jalan Sarolangun

Baca: Rawan Gempa, BPBD Kerinci Minta Dipasang Alat Pendeteksi Gempa Bumi

Baca: Inilah Nama-nama Capres yang Bakal Maju di 2024 Versi LSI, Sebut Dukungan Jokowi Sangat Penting

Selain itu sidang perkara yang menjerat kliennya tersebut diketahui menggunakan berkas perkara lama. Mulai dari pelaku, modus dan barang bukti semuanya sama. Maka seharusnya, sidang tersebut tidak dapat dipisahkan.

“Dalam keterangan saksi beberapa waktu lalu diketahui, bilamana ada dua perkara maka harus jadi satu pesidangannya. Satu orang melakukan beberapa tindak pidana,” tambah Wadji.

Wajdi menyebutkan, dari keterangan ahli BUMN yang dihadirkan oleh pihak JPU beberapa waktu lalu, dalam keterangannya Bank Mandiri mengalami kerugian.

“Karena kekayaan sudah dipisahkan dari kas negara. Pertanyaannya, yang mana kekayaan negara? Kekayaannya adalah saham. Saham itu masih utuh dan tidak pernah disentuh. Makanya di situ ada transformasi hukum,” jelasnya.

Selain itu dia mengatakan terdakwa Gerry Farilan telah membayar kerugian negara pada perkara sebelumnya, rincian pembayaran secara tunai senilai Rp 1,2 miliar. “Kemudian ada sertifikat senilai Rp 10 miliar. Kita harap dengan banding ini klien saya bisa dielpas dari segala tuntutan hukum karena perkara pebankan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, selain Gerry Farilan dan empat terdakwa lainnya yakni, David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana, juga dianggap telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Mereka divonis dengan hukuman yang sama.

Terkait empat terdakwa lainnya divonis penjara 1 tahun 2 bulan dan denda 50 juta. Bila tidak dibayarkan diganti kurungan 2 bulan.

Baca: Nasib Hutan Pematang Damar Pacsa Kebakaran Gambut, Habitat Anggrek Alam yang Terlupakan

Baca: Seluruh Tahanan Perempuan LPKA Jambi Dipindah ke Lapas Perempuan Kelas IIA Muarojambi

Baca: Aturan Kementerian Berubah, Puluhan Proyek Dinas PUPR Batanghari Mandek

Baca: Lelang Jabatan Sekda Sarolangun, Dua Nama Ini Muncul Sebagai Proyeksi

Sebelumnya I Putu selaku JPU Kejati Jambi menuntut kelima terdakwa atas nama Gerry Farilan, David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dengan ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Gerry Farilan dengan pidana selama 4 tahun 6 bulan kurungan penjara dengan perintah terdakwa segera ditahan serta denda sebesar Rp 50 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan kurungan penjara.” ucapnya, dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Erika Sari Emsah Ginting.

Tak hanya itu, tedakwa Gerry juga diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 2.488.690.310,39. Jika tidak membayar uang pengganti paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan, maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutup uang pengganti tersebut. Jika harta benda terdakwa tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka pidana penjara akan ditambah kepada terdakwa.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved