Dewan Kritik Sikap Dokter RSUD Ahmad Ripin yang Tak Layani Pasien

DPRD Kabupaten Muarojambi mengkritik tindakan sejumlah dokter yang tidak memberikan pelayanan intensif kepada pasien yang berobat ke RSUD Ahmad Ripin.

Dewan Kritik Sikap Dokter RSUD Ahmad Ripin yang Tak Layani Pasien
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Wakil Ketua DPRD Muarojambi. 

Dewan Kritik Sikap Dokter RSUD Ahmad Ripin yang Tak Layani Pasien

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-DPRD Kabupaten Muarojambi mengkritik tindakan sejumlah dokter yang tidak memberikan pelayanan intensif kepada pasien yang berobat ke RSUD Ahmad Ripin. Kritikan ini datang dari Wakil DPRD Kabupaten Muarojambi, Eddison.

Ia menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh sejumlah dokter tersebut merupakan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan. Pemberian pelayanan kesehatan seharusnya tetap diutamakan meskipun memang masih dalam keadaan memperjuangkan haknya.

"Seharusnya mereka tidak melakukan itu. Status mereka termasuk sebagai orang-orang yang berintelektual. Pola pikir mereka seharusnya lebih maju. Tentu tindakan tersebut secara tidak langsung merugikan pasien yang datang," ujar Edison, Selasa (2/7).

Baca: Gaji ke-13 Cair, Ratusan Pensiunan ASN di Bungo Datangi Kantor Pos

Baca: Mantan Pejabat Sarolangun Enggan Kembalikan Mobil Dinas Meski Masuk Daftar Lelang

Baca: Berharga Mahal, Dinas Perikanan Merangin Berencana Budidaya Ikan Semah

Baca: BPK Temukan Banyak Masalah di Laporan Keuangan Pemprov Jambi

Baca: VIDEO: Nasib Hutan Pematang Damar, Habitat Anggrek Alam yang Terlupakan

Lebih lanjut, Edison mengkritik bahwa dengan keintelektualan yang dimiliki, seharusnya dokter memperhitungkan dampak yang terjadi dari sikapnya tersebut. Pasien yang datang berobat sudah pasti kecewa dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Muarojambi tersebut akan semakin berkurang.

"Tidak hanya masyarakat yang menjadi korban karena rasa kecewa mereka, tetapi pemerintah juga ikut dirugikan. Bagaimanapun tingkat kepercayaan warga terhadap pelayanan di rumah sakit itu akan menurun, dan itu dampaknya," ujarnya.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan menyurati DPRD Kabupaten Muarojambi. Jika permasalahan tersebut dibawa ke DPRD, Edison mengatakan bahwa pasti pihaknya akan menanggapi dan mencari solusi terbaik.

Edison berharap dan berpesan kepada seluruh struktural dalam lingkup pelayanan terhadap masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan untuk tidak lagi bersikap yang merugikan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak, untuk menjaga nama baik dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah tersebut.

"Kita berharap dan berpesan, agar kejadian ini tidak terulang lagi,"pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, selama tiga hari dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin tidak memberikan pelayanan intensif kepada pasien. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bagian TU Fauzan menyebutkan bahwa permasalahan ini terjadi sekitar Rabu atau Kamis (26/27 Juli). Bahkan permasalahan ini juga telah disampaikan ke Bupati Muarojambi.

Baca: Tak Terima Divonis 3 Tahun, Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo Ajukan Banding

Baca: Malam Ini, Al Haris Tampil di Talkshow Indonesia Bicara TVRI Nasional

Baca: Rawan Gempa, BPBD Kerinci Minta Dipasang Alat Pendeteksi Gempa Bumi

Baca: Baliho Cek Endra Mulai Bermunculan di Jalan Sarolangun

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved