Breaking News:

Pilpres 2019

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

Kolase TribunWow.com
Prabowo dan Jokowi 

"Jadi apapun yang terjadi, Jokowi-Ma'ruf telah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU, PKS tetap ingin komitmen di jalur itu. Dan kita dukung," ungkap Adi.

"Karena sebagai bagian dari keniscayaan berdemokrasi, tentu Jokowi butuh checks and balances dan saya kira kritik dari teman-teman PKS, dari dalam," sambung dia.

Namun, Adi berpendapat, sedikitnya peminat jalur oposisi bisa menjadi kabar buruk bagi demokrasi di Indonesia.

Baca: VIDEO: Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi Borong Gelar Juara di Lomba Pacu Perahu dan Ketek Hias

Baca: Daftar Film Hollywood yang Tayang di Bioskop Bulan Juli 2019, Ada Diskon 50 Persen di TIX ID

Baca: Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 10x Zoom, Berikut Keunggulan dan Kelebihannya dari HP Lain

Baca: UPDATE Penyelidikan Perkelahian di Mendahara Tengah Tanjab Timur, Kabar Kedua Palaku Pertikaian

"Bukan hanya ini berdampak pada obesitas kekuasaan yang begitu kuat dimiliki oleh 01, tapi pada saat yang bersamaan, memang soal posisi bagaimana memberikan kritik itu yang akan sedikit banyak tidak akan kita temui ke depan," papar Adi.

"Makanya kalau boleh saya jujur sebenarnya kita ingin tetap menjadikan pemilu itu sebagai tempat reward and punishment, tempat menghukum dan memberikan hadiah kepada partai politik," jelasnya.

Adi mengungkapkan, maksudnya di sini adalah partai yang mengusung pemenang akan menjadi penguasa.

Sementara partai pengusung calon yang kalah harus tetap berada di jalur oposisi, dan tidak boleh diberi kesempatan untuk bergabung dengan koalisi pemenang.

"Ini kan enak betul pemilu kita. Sudah ada cebong dan kampret, kelahi berhari-hari, berbulan-bulan, kok tiba-tiba mereka islah dengan sharing power. Kan kasihan rakyatnya sebagai pemilih," kata Adi.

"Kalau mau jujur, 68 juta pemilih Pak Prabowo itu, itu adalah orang yang menghendaki Pak Jokowi diganti sebagai presiden."

"Kok tiba-tiba elitenya jumping. Ini kan ada konflik batin sebenarnya antara elite dengan pemilih," imbuhnya.

Adi menilai, seharusnya, kalaupun memang akan ada rekonsiliasi berbasis sharing power dengan kubu 'seberang', maka harus ada tenggat waktu yang cukup lama.

Baca: Jadwal Bulu Tangkis Juli 2019 - US Open Super 300, Indonesia Open, Japan Open Super 750

Baca: UPDATE Penyelidikan Perkelahian di Mendahara Tengah Tanjab Timur, Kabar Kedua Palaku Pertikaian

Baca: Bersaing Jadi Calon Menteri Jokowi,Grace Natalie & Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Ini Rekam Jejaknya

"Tunggu masa iddah politik ini selesai dulu lah. Jangan langsung jumping. Itu yang disebut melukai," ujar Adi.

Halaman
123
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved