Pilpres 2019

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden
Kolase TribunWow.com
Prabowo dan Jokowi 

Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

TRIBUNJAMBI.COM - Usai sudah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dimenangi oleh pasangan calon Presiden nomor 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin.

Nah, satu yang jadi perhatian banyak kalangan pada partai-partai di Indonesia saat KPU menentukan pemenang dalam kontestasi politik 5 tahun sekali ini.

Banyaknya partai oposisi yang meloncat ke koalisi pemenang.

Pengamat Politik Adi Prayitno menilai, PKS mungkin akan menjadi satu-satunya partai politik yang berada di jalur oposisi.

Baca: VIDEO: Warga Jambi Antusias Saksikan Pacu Perahu dan Lomba Ketek Hias di Danau Sipin

Baca: PSG Ingin Datangkan Gelandang Kreatif Milan Usai Ditinggal Adrien Rabiot Gerak Cepat Dapat Pengganti

Baca: VIDEO: Malam Puncak Pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi, Finalis Harus Jawab Pertanyaan 30 Detik

Baca: Mantan Intelijen Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi

Diberitakan TribunWow.com dari kanal YouTube Official iNews, Minggu (30/6/2019), hal tersebut disampaikan Adi saat menjadi narasumber program 'Breaking iNews'.

"PKS mungkin satu-satunya partai politik yang sejak awal sudah berkomitmen dan mendeklarasi, andai Jokowi yang jadi presiden, maka PKS akan tetap konsisten menempuh jalan sunyi sebagai oposisi," kata Adi.

Baca: VIDEO: Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Digelandang Polisi, Polres Bogor Ungkap Motifnya

Baca: Leonardo Bonucci Jadi Incaran Tiga Klub Besar, Juventus Bakal Lepas Bek Tengah Kawakan Mereka?

Baca: Tayang di Big Movies GTV Sinopsis Rise of the Planet of Apes Hari Ini, Revolusi Kera Lawan Manusia

Adi mengatakan, dirinya menyebut jalur oposisi sebagai jalan sunyi karena oposisi kini sudah jarang diminati.

"Oposisi sekarang tidak terlampau seksi untuk diminati oleh begitu banyak partai politik," ujar Adi.

"Jadi ada kecenderungan kalau misalnya jagoannya kalah, parpol-parpol ini memang jumping, merapat ke penguasa sebagai pemenang pemilu."

Capres petahanan Joko Widodo saat mendatangi kediaman cawapresnya Kiai Haji Maruf Amin di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin akan menyampaikan pidato terkait hasil sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) di Bandara Halim Perdanakusuma
Capres petahanan Joko Widodo saat mendatangi kediaman cawapresnya Kiai Haji Maruf Amin di Jl. Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam. Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin akan menyampaikan pidato terkait hasil sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) di Bandara Halim Perdanakusuma (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Baca: Masuk Deretan 100 Orang Terkaya Di Dunia Versi Majalah Globe Asia, Ini Penampakan Rumah Sandiaga Uno

Baca: Pegadaian Gelar Gathering dengan Agen dan Mitra, Hadiah Sepeda Motor pada Akhir Tahun

Baca: Siapa Sebenarnya Roddy Zambrano? Tukang Masak Pimpin Laga Brasil vs Argentina, Copa America 2019

Karenanya, Adi menilai, PKS yang konsisten di jalur oposisi ini pantas untuk diberikan apresiasi.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved