Mantan Intelijen Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi

Densus 88 Antiteror bersama Polda Jawa Barat telah menangkap terduga teroris berinisial PW di Bekasi.

Mantan Intelijen  Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88 Antiteror di Bekasi
KOMPAS.com/Idon Tanjung
Petugas bersiaga pada saat penggeledahan gelanggang mahasiswa di kampus Universitas Riau terkait dugaan penangkapan teroris, Sabtu (2/6/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM - Densus 88 Antiteror bersama Polda Jawa Barat telah menangkap terduga teroris berinisial PW di Bekasi.

Terduga teroris ditangkap Hotel Adaya, Jalan Raya Kranggan, Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (29/6/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan mengatakan PW pernah memegang posisi penting bidang intelijen  Jamaah Islamiyah (JI) sekira tahun 2000-an.

Kemudian PW menjabat sebagai pimpinan atau amir JI setelah organisasi tersebut dibubarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca: VIDEO: Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Digelandang Polisi, Polres Bogor Ungkap Motifnya

Baca: Leonardo Bonucci Jadi Incaran Tiga Klub Besar, Juventus Bakal Lepas Bek Tengah Kawakan Mereka?

Baca: Tayang di Big Movies GTV Sinopsis Rise of the Planet of Apes Hari Ini, Revolusi Kera Lawan Manusia

PW yang juga dikenal sebagai Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif alias Ahmad Fauzi Utomo yang punya rekam jejak panjang dalam berbagai kasus terorisme di Indonesia juga diduga memiliki kedekatan dengan gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top.

Baca: Siapa Sebenarnya Roddy Zambrano? Tukang Masak Pimpin Laga Brasil vs Argentina, Copa America 2019

Baca: Pegadaian Gelar Gathering dengan Agen dan Mitra, Hadiah Sepeda Motor pada Akhir Tahun

Baca: Masuk Deretan 100 Orang Terkaya Di Dunia Versi Majalah Globe Asia, Ini Penampakan Rumah Sandiaga Uno

"Mulai dari kasus bom Bali, bom Natal, bom di Kedubes Australia, dan yang bersangkutan aktif saat terjadi kerusuhan di Poso dari tahun 2005 sampai 2007," kata Dedi.

PW merupakan alumnus pelatihan militer di Moro, Filipina pada tahun 2000 yang menyandang gelar S1 Teknik Sipil di sebuah universitas di Jawa Tengah.

PW telah mengirim orang-orang rekrutan ke Suriah untuk menjadi jihadis.

Baca: Siapa Sebenarnya Dewi Praswida? Mahasiswi Foto Bersalaman dengan Paus Fransiskus Jadi Viral

Baca: Tiga Hari Dokter Spesialis Tak Layani Pasien RS Ahmad Ripin Muaro Jambi, Bukan Mogok Tapi Merajuk

Baca: Politisi PKS Mardani Ali Sera Bersikap Tetap Oposisi Bandingkan dengan Kisah Cicak vs Buaya

Orang-orang rekrutannya tersebut rata-rata memiliki kemampuan intelijen dan militer serta mampu merakit bom.

Dedi menduga PW telah enam kali melakukan pemberangkatan mereka ke Suriah dalam rentang 2013-2018.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved