Ini Alasan Bupati Romi Ingin Jembatan Muara Sabak Dihibahkan ke Provinsi Jambi

Wacana hibah pengelolaan Jembatan Muara Sabak ke Pemerintah Provinsi Jambi, ini yang menjadi alasan Bupati Romi.

Ini Alasan Bupati Romi Ingin Jembatan Muara Sabak Dihibahkan ke Provinsi Jambi
tribunjambi/Abdullah Usman
Bupati Romi ingin agar Jembatan Muara Sabak dihibahkan ke Pemprov Jambi. 

Ini Alasan Bupati Romi Ingin Jembatan Muara Sabak Dihibahkan ke Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Wacana Pemerintah Tanjung Jabung Timur akan menghibahkan pengelolaan Jembatan Muara Sabak ke Pemerintah Provinsi Jambi, ini yang menjadi alasan Bupati Romi.

Terkait wacana pengalihan aset Jembatan Muara Sabak ke provinsi,  Bupati Tanjung Jabung Timur Romi mengatakan, wacana tersebut bukanlah tanpa alasan. Sebab, posisi Jembatan Muara Sabak berada di tengah-tengah aset milik Pemprov Jambi.

"Jembatan Muara Sabak tersebut berada di tengah-tengah yang menghubungkan dua jalan milik provinsi. Menurut saya, alangkah lucunya jalan provinsi di sebelah timur dan barat, dan aset kita tengah-tengah," ujarnya.

Menurutnya semua masyarakat Tanjabtim mungkin tidak akan setuju jika Jembatan Muara Sabak itu dihibahkan ke provinsi.

Baca: Hari Pertama PPDB, Banyak Orangtua di Bungo Tak Paham Sistem Zonasi

Baca: DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Terkait Pembahasan Ranperda

Baca: Fachrori Umar Belum Putuskan Maju di Pilgub Jambi

Baca: Rawan Serangan Hama Keong Mas dan Tikus, Ini Cara Mengatasinya

Baca: 6 SMA di Batanghari Buka PPDB Online, Orangtua Diminta Mengerti Sistem Zonasi

Kalau ada yang berbicara tentang sejarah Jembatan Muara Sabak, Romi mengaku dirinya mengetahui banyak hal terkait sejarah mula pembentukan jembatan tersebut.  Sebab, pada saat itu Romi menjabat sebagai Ketua DPRD Tanjabtim.

"Jika ada yang mau mengajak diskusi terkait jembatan tersebut dengan saya, ayo kita diskusikan siapa yang lebih tahu," ujarnya

Romi juga menjelaskan, bahwa proses hukum ganti rugi Jembatan Muara Sabak akibat ditabrak tugboat pada tahun 2016 lalu masih berlanjut. Pihak Pemprov Jambi pun tidak akan mau menerima, sebelum adanya putusan pengadilan terkait ganti rugi jembatan tersebut.

"Sekarang ini yang menjadi masalah pihak provinsi tidak mau menerima, karena akan menjadi bebannya. Sementara kita berusaha bagaimana Jembatan Muara Sabak itu menjadi aset provinsi. Harusnya kita kompak di sini, agar pihak provinsi mau menerimanya," ungkapnya.

Namun lanjutnya, Pemkab Tanjabtim akan terus berupaya agar pihak Pemprov Jambi mau menerimanya. Karena saat ini Pemkab Tanjabtim juga terus memberikan alasan kepada Pemprov.

"Jalan dan jembatan dari Zone V sampai ke Kecamatan Rantau Rasau itu kan milik provinsi, makanya kita hibahkan sekaligus Jembatan Muara Sabak," pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved