Berita Sarolangun

Akibat Aktivitas PETI Dua Warga Batang Asai Sarolangun Tertimbun Longsor, Wabup Sampai Geram

Dua orang warga desa Padang Jering kecamatan Batang Asai kabupaten Sarolangun dikabarkan tertimbun longsor saat aktifitas PETI.

Akibat Aktivitas PETI Dua Warga Batang Asai Sarolangun Tertimbun Longsor, Wabup Sampai Geram
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Aktivitas warga yang sedang melakukan PETI. Dua orang warga desa Padang Jering kecamatan Batang Asai kabupaten Sarolangun dikabarkan tertimbun longsor saat sedang melakukan aktivitas PETI 

Akibat Aktivitas PETI Dua Warga Batang Asai Sarolangun Jadi Korban Tertimbun Longsor, Wabup Sampai Geram 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Lama tak terdengar kabar tentang aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Dua orang warga desa Padang Jering kecamatan Batang Asai kabupaten Sarolangun dikabarkan tertimbun longsor saat sedang melakukan aktivitas PETI.

Dari aktivitas tersebut, satu dari dua orang meninggal dan satu lagi mengalami patah tulang karena timbunan longsor.

Menanggapi aktivitas ilegal tersebut, Wakil bupati Sarolangun, Hillalatil badri mengaku selama ini sudah mengingatkan dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang merugikan tersebut.

Menurutnya memang posisi pemerintah saat ini dalam menangani hal tersebut sudah dilakukan penertiban beberapa kali.

Baca: Mahfud MD: Partai Gerindra, Demokrat, PAN akan Gabung ke Pemerintah, Tinggal PKS

Baca: Sebentar Lagi Mengirup Udara Bebas, Saipul Jamil Ingin Balas Dendam ke Teman yang Melupakannya!

Baca: Pengamat: Kasihan Rakyat, 68 Juta Pemilih Prabowo, Menghendaki Jokowi Diganti sebagai Presiden

Memang kerjasama pihak pemerintah dalam hal ini tidak terlepas dari pada kesadaran masyarakat itu sendiri.

Namun dengan melalukan tindakan secara tegas tersebut malah menimbulkan korban, dan jika tidak ditindak juga makin banyak menimbulkan korban.

"Jadi maksud saya pemerintah mensiasati ini dengan cara hati-hati dan masyarakat seharusnya jika sudah memakan korban, ya sadar," katanya

Katanya, menangani masalah PETI Ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi masyarakat harus sadar dan peduli karena dampak dari aktifitas PETI banyak menimbulkan kerugian baik dari sisi lingkungan, kecelakaan kerja.

"Sudah beberapa kali penertiban malah timbul korban, jadi tinggal lagi bagaimana kita sama-sama dengan masyarakat mensiasati untuk kesadaran bersama," ujarnya

Ia mengimbau kepada masyarakat Sarolangun terutama yang berada di daerah hulu seperti aktifitas PETI agar menghentikan aktifitas tersebut.

Dan mulai memikirkan bagaimana nasib anak cucu kita kedepan dan bukan karena kesenangan sesaat saja.

"Mungkin hari ini kita dapat banyak, (Emas hasil PETI) tapi untuk ke depan bagaimana nasib anak kita kedepan," katanya.

Baca: Leonardo Bonucci Jadi Incaran Tiga Klub Besar, Juventus Bakal Lepas Bek Tengah Kawakan Mereka?

Baca: Siapa Sebenarnya Roddy Zambrano? Tukang Masak Pimpin Laga Brasil vs Argentina, Copa America 2019

Baca: Bukan Indah Permatasari Anggota JKT48, Pacar Arie Kriting yang Baru Artis Cantik Rambut Panjang

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved