Festival Kopi Internasional, Ada Acara Ngopi Bareng di Puncak Gunung Kerinci

Festival Kopi Internasional ke 3 tahun 2019 ini, telah memilih Provinsi Jambi sebagai tuan rumah.

Festival Kopi Internasional, Ada Acara Ngopi Bareng di Puncak Gunung Kerinci
Rawpixel
Beberapa jenis kopi 

Festival Kopi Internasional, Ada Acara Ngopi Bareng di Puncak Gunung Kerinci

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Festival Kopi Internasional ke 3 tahun 2019 ini, telah memilih Provinsi Jambi sebagai tuan rumah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan, kesiapan pelaksanaan festival ini sudah dilakukan, dan jenis kegiatan juga sudah fix.

Menurutnya, akan ada dua kegiatan inti dalam acara itu. Yakni pameran kopi serta muatan lokal berupa Onpam atau pameran mengenai proses awal budidaya kopi hingga pengolahannya. Kemudian muatan lokal Opam, yakni cara penyeduhan kopi.

Kemudian, kegiatan inti kedua adalah kegiatan komunitas di tiga titik. Akan ada kegiatan ngopi bareng di tiga tempat, yakni di puncak gunung Kerinci, Puncak gunung Masurai dan di Tungkal.

“Ini akan disajikan live streaming, ngopi serentak di tiga titik. Kegiatan festival ini sudah dijadwalkan tanggal 1-4 Oktober nanti, dan ngopi bareng ini dilaksanakan pada saat pembukaan acara, ” katanya, kepada Tribunjambi.com, Sabtu (29/6).

Baca: Mandiri Taspen Beri Pelatihan Hidroponik Bagi Para Pensiunan di Jambi

Baca: SIAPA Sebenarnya Orang Pendek Berkaki Terbalik di Kerinci, Pernah Masuk Catatan Marcopolo 1292

Baca: SKANDAL Ikan Asin Berujung ke Jalur Hukum, Fairuz A Rafiq Gandeng Hotman Paris Laporkan Galih

Baca: Penetapan Jokowi-Maruf jadi Presiden dan Wapres Digelar 30 Juni 2019, Akankan Prabowo-Sandi Hadir?

Dia mengatakan, tujuan utama dari festival kopi internasional ini adalah untuk memperkenalkan kopi Jambi kepada dunia internasional. Dimana, di Jambi ada tiga jenis kopi yang dihasilkan yakni arabika, robusta dan liberika.

“Biasanya di tempat-tempat lain, hanya ada satu jenis kopi yang dihasilkan. Kita punya tiga jenis sekaligus. Kita targetkan, festival ini didatangi paling tidak 1000 orang,” katanya.

Disebutkannya, komonitas-komunitas kopi di Indonesia berasal dari 10 Provinsi. Sebab, tidak semua provinsi menghasilkan kopi. Kemudian, akan diundang pula delapan negara yang merupakan penghasil kopi. Di lokasi acara yakni di Ratu Convention Center (RCC) akan ada 100 stand yang semuanya berhubungan dengan kopi.

“Kami juga mengundang sejumlah asosiasi kopi. Peserta kemungkinan paling banyak hadir dari 20 provinsi,” katanya.

Menurutnya festival kopi internasional ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Jambi. Sebab, jika kopi Jambi dikenal secara luas hingga internasional, otomatis akan meningkatkan nilai jual. Namun, kendala yang dihadapi sekarang adalah terbatasnya produksi kopi, sementara permintaan cukup banyak.

“Kendala pemasaran kopi kita sekarang adalah kuantitasnya kurang,” paparnya

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved