Tanggapi Donald Trump, Menlu Iran Sebut Iran Sanggup Lawan Amerika Sampai Titik Darah Penghabisan

Hubungan Amerika Serikat dan Iran kian memanas dengan statemen Presiden Donald Trump yang menyulut kemarahan Iran.

Tanggapi Donald Trump, Menlu Iran Sebut Iran Sanggup Lawan Amerika Sampai Titik Darah Penghabisan
dailymail.co.uk
Tentara Amerika Serikat 

TRIBUNJAMBI.COM - Hubungan Amerika Serikat dan Iran kian memanas dengan statemen Presiden Donald Trump yang menyulut kemarahan Iran.

Mohammed Javad Zarif, Menlu Iran bahkan memperingatkan  Donald Trump jangan sekali-sekali menganggap remeh Iran.

Javad menegaskan Iran sanggup meladeni peperangan melawan AS sampai titik darah penghabisan.

Baca: Viral 6 Fakta Agus Beri Mas Kawin 3 Telur Ayam Untuk Ros, 4 Pacar Sebelumnya Kecewa

Baca: Meski Menerima Vonis 5 Bulan Penjara, Vanessa Angel Mengaku Capek Dengan Kasusnya

Baca: Sinopsis Spider-Man: Far From Home, Mampukah Peter Parker & Mysterio Memecahkan Misteri dari Thanos?

"Yakin perang melawan Iran bakal berlangsung singkat itu mimpi," kata Zarif dalam kicauannya di Twitter.

"Siapa pun yang memulai perang tidak akan mengakhirinya," lanjutnya.

Mengutip Kompas.com, Jumat (28/6/2019) pernyataan Javad ini muncul sehari setelah Trump mengatakan jika perang pecah antar kedua negara, militer Amerika sanggup melumat Iran dalam sekejap.

Baca: Apakah Itu Mahkamah Internasional? Abdullah Hehamahua akan Laporkan Sistem IT KPU ke Sana

Baca: Rafathar Berani Bela Nagita Slavina yang Ketakutan, Ruben Onsu Diteriaki Jangan Macam-macam Ya

Baca: Ratusan Orang di Pacitan Idap Hepatitis A, Tanda Awal Sering Kelelahan, Ini 8 Gejalanya

Bahkan Trump sesumbar jika AS hanya akan menggunakan kekuatan udara untuk menghancurleburkan Iran tanpa perlu menyerang dengan pasukan darat.

"Yah, saya berharap tidak. Namun kami berada dalam posisi unggul jika itu terjadi. Kami berada di posisi yang kuat," seloroh Trump.

"( Perang) itu tidak akan berlangsung lama. Saya bisa mengatakan itu kepada kalian. Dan saya tidak sedang membahas tentang pasukan darat," katanya lagi.

Alasan Trump mengatakan ini lantaran Presiden Iran Hassan Rouhani yang berusaha meredam krisis antar kedua negara dengan berujar tidak ingin berperang dengan AS yang dianggap Trump bernada sarkas.

 
Militer Iran
National Interest
Militer Iran

 Ketegangan kedua negara semakin meruncing tatkala Drone intai RQ-4 Global Hawk USAF seharga Rp 1,5 triliun ditembak jatuh Iran.

Lantas ada insiden lagi dimana AS juga menyebut Iran bertanggung jawab penuh atas serangan dua kapal tanker di Teluk Oman.

Baca Juga: Militer Amerika Sesumbar Sanggup Lumat Iran dalam Sekejap, Trump : Melawan Mereka Tidak Akan Berlangsung Lama

Kini ketegangan kedua negara masih dalam tensi tinggi dimana Trump diketahui sudah mengizinkan militer AS menyerang Iran.

Namun saat detik-detik terakhir, Trump membatalkan serangan tersebut. (*

Editor:
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved