Lolos SEAYLP, Anak Jambi Bagikan Lacak dan Tengkuluk di Amerika

Raden Rayhan Ghufran (17) mendapat kesempatan untuk mengikuti South East Asia Youth Leadership Program (SEAYLP) di Amerika Serikat.

Lolos SEAYLP, Anak Jambi Bagikan Lacak dan Tengkuluk di Amerika
IST
Rayhan (paling kanan) bersama lima peserta lainnya dari Indonesia yang mengikuti South East Asia Youth Leadership Program (SEAYLP). 

Anak Jambi Bagikan Lacak dan Tengkuluk di Amerika

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Raden Rayhan Ghufran (17) mendapat kesempatan untuk mengikuti South East Asia Youth Leadership Program (SEAYLP) di Amerika Serikat. Kurang lebih hampir satu bulan ia berada di Illinois, Chicago.

Siswa SMAN 1 Kota Jambi ini menceritakan selama mengikuti kegiatan di sana, bukan hanya belajar namun juga diajak untuk jalan-jalan. Banyak workshop yang diikuti seperti time manajemen, net working, leadership, pemerintahan Amerika, cara membuat projek efektif, tentang negara asean, pembahasan imigran dan lainnya.

“Yang bikin seru adalah mendapatkan teman baru dari negara lain. Di sana akan merasa bahasa Inggris itu penting untuk berkomunikasi dengan teman dari berbagai negara. Memang ada hal yang bertentangan dengan budaya kita dari situlah belajar keberagaman,” ceritanya, Jumat (28/6).

Baca: Pencurian dan Narkotika Mendominasi Perkara Pidana di PN Muara Bungo, 9 Anak-anak Turut Diadili

Baca: Tiga Fraksi DPRD Sungai Penuh Minta Walikota Rampingkan SKPD

Baca: Media Asing dari Singapura hingga Inggris Soroti Hasil Sidang MK, Ada yang Bilang Memecah Belah

Baca: Polisi Tetapkan 17 Tersangka Pengrusak Mapolsek Bathin XXIV, Kades Aur Gading Diduga Jadi Provokator

Sebagai orang Jambi ia sempat membagikan lacak dan tengkuluk kepada beberapa orang di sana. Selama kegiatan pun perwakilan dari Indonesia yang berjumlah enam orang ini lebih sering menggunakan lacak, serta batik.

“Sharing tentang Jambi tentu ada karena tahun ini memang khusus kuota Jambi dan Jawa Tengah. Ada tiga siswa dari Jambi, dua siswa dari Jawa Tengah dan satu guru dari Jawa tengah,” ungkapnya.

Ada waktu khusus pula untuk mempersembahkan tarian Indonesia. Dari Indonesia menampilkan kombinasi tarian dari berbagai daerah di Indonesia yang berjumlah 10 tarian. Saat penampilan tari juga menggunakan batik dan lacak.

“Yang membuat mereka takjub dengan Indonesia karena Indonesia negara kepulauan. Sepulang dari sini kita harus buat projek, dari negara lain bisa dibilang masih satu pulau akan sangat gampang bertemu berbeda dengan yang di Indonesia yang berbeda pulau. Juga bahasa Jawa dan Jambi itu berbeda, serta ada beragam suku budaya. Hal itulah yang membuat peserta dari negara lain takjub dengan Indonesia,” ujarnya.

Tiga hari terakhir juga berkunjung ke Washington DC untuk belajar menjadi diplomat atau semacam simulasi menjadi diplomat. Peserta dari Indonesia juga diajak ke kedutaan Indonesia.

“Target saya ingin mencari beasiswa keluar negeri untuk S1. Pergi keluar negeri itu membuka pikiran sekali. Terlebih juga ada banyak bertemu orang Indonesia yang ada di Amerika. Dari pengalaman saya ke sana, bahwa ternyata orang Amerika juga ramah, memang kalau belum kenal akan terlihat individualis,” ungkapnya.

Baca: Diserang Hama, Puluhan Hektare Padi di Kerinci Terancam Gagal Panen

Baca: 9 Kursi Kepala OPD Kosong, Bupati Merangin Siap Lelang Jabatan

Baca: ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim

Baca: Klaim Penerima DBH Migas Terbesar, Bupati Safrial Sindir Pemprov Jambi Soal Alokasi APBD

SEAYLP merupakan program pertukaran berbasis tiga minggu di Amerika Serikat yang berfokus pada kepemimpinan dan pengembangan pemuda dan untuk mengeksplorasi tantangan bersama yang dihadapi oleh Amerika Serikat dan negara-negara anggota ASEAN. 

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved