Grand Club Mendadak Senyap Saat Polresta Jambi Lakukan Operasi Pekat

Hiburan malam Grand Club yang berada di Jalan Patimura Kota Jambi malam tadi mendadak hening saat Kepolisian Resort Kota Jambi melakukan operasi pekat

Grand Club Mendadak Senyap Saat Polresta Jambi Lakukan Operasi Pekat
Tribunjambi/Fadly
Anggota Polresta Jambi lakukan tes urine pengunjung Grand Club saat operasi pekat. 

Grand Club Mendadak Senyap Saat Polresta Jambi Lakukan Operasi Pekat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hiburan malam Grand Club yang berada di Jalan Patimura Kota Jambi malam tadi mendadak hening saat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Jambi melakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat), Jum'at (28/6) sekitar pukul 01.45 WIB.

Di Grand Club, polisi melakukan tes urine terhadap puluhan remaja yang tengah menikmati musik. Selain itu juga melakukan pengecekan identitas (KTP) para pengunjung dan membubarkannya.

Wakasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Yumika Putra mengatakan pihaknya dalam kesempatan itu melalukan operasi penyakit masyarakat di tempat hiburan malam. Baik itu berupa tes urine, cek kepemilikan senjata tajam maupun yang lainnya.

"Kita melakukan ini untuk mengantisipasi pekat, dan peredaran sajam," katanya.

Baca: Persiapan Kejurnas Dayung Antar PPLP di Jambi Sudah 75 Persen

Baca: Cegah Karhutla di Jambi, BRG Akan Kucurkan Dana Rp 28 Miliar

Baca: Anak Sulit Dapatkan Pendidikan Terbaik, Wali Murid di Tanjab Barat Keluhkan Sistem Zonasi,

Baca: KPU Bungo akan Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih, Ini Waktunya

Sedangkan Kasat Shabara Polresta Jambi, AKP B Pinem mengatakan dalam tes urine yang dilakukan timnya terdapat satu perempuan yang positif menggunakan narkotika. Namun ia belum mengetahui jenis apa narkotika itu. "Satu positif masih kita kembangkan dulu untuk jenisnya," tandasnya.

Pantauan di lokasi, tim polisi Polresta Jambi itu datang dengan empat mobil, berangkat dari Polserta langsung menuju lokasi Grand Club. Sampainya di Grand Club polisi langsung merangsek masuk dan menjaga pintu keluar.

Meski sudah dijaga, sejumlah orang masih bisa melarikan diri dengan menggunakan kendaraan.

Musik DJ yang begitu keras langsung diambil alih oleh kepolisan dan di matikan, personil kepolisan. Sejenak waktu langsung hening dan kepulan asap rokok yang memadati ruangan.

Tidak cuman itu, wanita-wanita seksi pun dipisah dari laki-laki. Mereka semua dites urine dan pengecekan identitas.

Lebih kurang satu jam lebih polisi melakukan pengecekan di Grand Club sebelum akhirnya menghimbau pemilik hiburan malam itu untuk tidak beroperasi di atas jam 12.00 WIB seperti yang ada dalam Perda Kota Jambi. Tim meninggalkan Grand Club sekitar pukul 02.45.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved