ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim

Para pelaku usaha tambang batu bara di Provinsi Jambi belum maksimal melakukan reklamasi lubang bekas tambang batubara miliknya.

ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Harry Andria. 

ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Para pelaku usaha tambang batu bara di Provinsi Jambi belum maksimal melakukan reklamasi lubang bekas tambang batubara miliknya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Harry Andria menyebutkan salah satu kewajiban perusaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara adalah melakukan reklamasi lahan dan hutan pasca tambang.

Lubang-lubang bekas tambang batu batubara tidak boleh dibiarkan begitu saja, setelah pihak perusahaan pemegang izin tidak berproduksi lagi.

Ada beberapa pelaku usaha tambang yang telah melakukan reklamasi, namun menurut Hary jumlahnya masih belum maksimal. "Ini yang kita dorong terus," ujar Harry kepada Tribunjambi.com, Jumat (28/6).

Baca: Klaim Penerima DBH Migas Terbesar, Bupati Safrial Sindir Pemprov Jambi Soal Alokasi APBD

Baca: Ini Alasan Kades Singkawang Belum Mulai Pembangunan Meski Dana Desa Telah Masuk Rekening

Baca: Bupati Masnah Minta Perusahaan Ikut Perbaiki Jalan Rusak di Muarojambi

Baca: VIDEO: Sayangi Diri Sendiri dengan Menjauhi Narkoba, Yuk Dengerin Pesan Rahma Amelia

Disampaikan Hary, setiap perusahaan batu bara memiliki jumlah lubang tambang batubara yang berbeda-beda jumlahnya. Namun, rata-rata setiap perusahaan memiliki satu lubang tambang besar.

"Nanti kan di akhir tambang selalu ada satu lubang besar. Itulah nanti ada namanya pasca tambang. Pasca tambang ini nantinya akan dibahas oleh pemerintah daerah, mau diapain gitu, mau ditata buat apa lubang-lubang bekas tambang itu," sebut Harry.

Menurut Hary, para perusahaan tambang yang melakukan eksplorasi, sudah menempatkan uang jaminan pasca tambang. Uang tersebut akan digunakan sebagai jaminan agar perusahaan melakukan reklamasi pasca tambang.

"Kalau sudah selesai melaksanakan reklamasi, baru uang jaminan itu diambil lagi," sebut Harry.

Untuk saat ini, lanjut Harry, sudah ada perusahaan yang melaksanakan reklamasi namun belum ada yang selesai. Sebab IUP tambang-tambang batubara yang ada masih berlaku dan berproduksi.

"Tambang kita kan belum ada yang selesai. Jadi setelah selesai atau jelang selesai itu baru kita evaluasi. Tambang kita kan rata-rata 2010, mungkin lima hingga 10 tahun ke depan masih berproduksi," ujarnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved