Cegah Karhutla di Jambi, BRG Akan Kucurkan Dana Rp 28 Miliar

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead saat berkunjung ke Jambi mengatakan tahun ini BRG telah menyiapkan anggaran sebasar Rp 28 miliar.

Cegah Karhutla di Jambi, BRG Akan Kucurkan Dana Rp 28 Miliar
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dishut Provinsi Jambi, Akhmad Bestari. 

Cegah Karhutla di Jambi, BRG Akan Kucurkan Dana Rp 28 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sebagai mitra Badan Restorasi Gambut (BRG) di daerah menyebut tahun ini ada anggaran sekitar Rp 28 miliar yang akan dikucurkan BRG. Anggaran ini untuk melengkapi sekat kanal, sumur bor dan program pemberdayaan masyaratakat yang sudah ada sebelumnya.

Bahkan khusus untuk tahun ini masyarakat akan mendapatkan honor pemeliharaan terhadap program yang telah dibangun.

Kepala Dishut Provinsi Jambi, Akhmad Bestari mengakui tahun ini akan aktif melibatkan masyarakat dalam memelihara sekat kanal dan sumur bor tersebut.

”Nanti akan di SK-kan masyarakat diberi honor untuk pelihara apa yang sudah ada,” jelasnya, saat ditemui Tribunjambi.com, belum lama ini.

Baca: Anak Sulit Dapatkan Pendidikan Terbaik, Wali Murid di Tanjab Barat Keluhkan Sistem Zonasi,

Baca: KPU Bungo akan Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih, Ini Waktunya

Baca: Pencurian dan Narkotika Mendominasi Perkara Pidana di PN Muara Bungo, 9 Anak-anak Turut Diadili

Baca: Tiga Fraksi DPRD Sungai Penuh Minta Walikota Rampingkan SKPD

Hal ini menurut Bestari untuk menjawab tantangan karhutla yang ada di Jambi. Berhasil tidaknya program yang telah dibangun BRG beberapa tahun belakangan ini.

Tantangan terbesar kata dia yakni sulitnya diakses titik koordinat jika terjadi kebakaran. Selain dikarenakan hutan yang luas, belum adanya penanda sumur bor juga menjadi penyebab.

“Kemarin belum ada penanda sumur bor, untuk tahun ini sudah kita wacanakan semacam ada balon udara, tapi dalam waktu dekat akan pasang bendera untuk titik sumur bor,” katanya.

Ini menjadi penting tatkala terjadi kebakaran dan mengharuskan pemadaman lewat darat maupun udara. “Karena di setiap sumur bor dilengkapi satu mesin, tapi lokasi medannya berjauhan sehingga sulit diaktifkan oleh kelompok masyarakat yang mengelolanya, belum lagi soal ketersediaan air,” ujarnya.

Untuk itu, pihak Dinas Kehutanan Jambi merencanakan untuk gencar menyosialisaskian keberadaan sumur bor dan sekat kanal ini. Dikarenakan juga ini adalah masa tugas terakhir BRG.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved