Anak Sulit Dapatkan Pendidikan Terbaik, Wali Murid di Tanjab Barat Keluhkan Sistem Zonasi,

Sistem zonasi dinilai para orang tua membuat anaknya kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

Anak Sulit Dapatkan Pendidikan Terbaik, Wali Murid di Tanjab Barat Keluhkan Sistem Zonasi,
Tribunjambi/Darwin
Orang Tua bersama anak mendaftar diri di Sekolah pada Ppdb 2018 lalu di Smp Negeri 1 Kuala Tungkal. 

Anak Sulit Dapatkan Pendidikan Terbaik, Wali Murid di Tanjab Barat Keluhkan Sistem Zonasi, 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Tanjung Jabung Barat dikeluhkan para orang tua murid. Meski sudah memasuki tahun kedua sistem zonasi dinilai para orang tua membuat anaknya kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik. 

Berdasarkan Permendikbud no 51 tahun 2018, PPDB dibuka mulai tanggal 1 Juli 2019 dengan sistem online. Dengan empat jalur penerimaan di antaranya 90 persen untuk jalur zonasi, 5 persen untuk jalur siswa berprestasi dan 5 persen untuk jalur kepindahan orang tua dan siswa kurang mampu. 

Ahmad salah satu orang tua siswa menyanyangkan sistem zonasi yang dinilai membunuh hak para orang tua. Menurutnya, sebagai orang tua ia memiliki hak dalam menentukan masa depan anaknya terlebih dalam pelayanan pendidikan . 

Baca: Besok Ada Senam Aerobik Gratis di Hypermart WTC Batanghari

Baca: KPU Bungo akan Gelar Pleno Penetapan Caleg Terpilih, Ini Waktunya

Baca: Pencurian dan Narkotika Mendominasi Perkara Pidana di PN Muara Bungo, 9 Anak-anak Turut Diadili

Baca: 9 Kursi Kepala OPD Kosong, Bupati Merangin Siap Lelang Jabatan

"Kami harap sistem zonasi ini kembali dikaji ulang. Kasian anak-anak kami mereka tak mau sekolah lantaran ingin bersekolah di sekolah tertentu," keluhnya. 

Menurutnya, jika sistem zonasi diperuntukan untuk pemerataan pendidikan, dirasa sangat efektif. Namun setidaknya mutu sekolah dan tenaga pengajar di sekolah juga harus diperhatikan oleh pemerintah agar tidak timbul ketimpangan. 

"Kalau ada sekolah dengan predikat A kenapa harus sekolah di sekolah berpredikat C, kan kasian anaknya." ungkapnya. 

Di tempat terpisah, Kepala sekolah SMA N 1 Tanjung Jabung Barat, Hairil Anam mengatakan sistem jalur zonasi dan sistem online banyak menemukan plus minus. 

"Plus nya cepat, minusnya biaya banyak karena kerjanya bisa dua kali. Untuk pembukaan nantinya Kami siapkan panitia kayak tahun kemarin untuk membantu para calon siswa dalam mendaftar," katanya. 

Ia juga membeberkan untuk zona, prestasi, siswa miskin, kepindahan husus kepindahan diperuntukan seperti anak-anak pejabat, kadis, polisi, kejaksaan dan lain lain wajib diterima dengan menunjukan bukti yang sudah ditentukan. 

Sedangkan untuk sistem online, aplikasi akan memperingkatkan sendiri sesuai dengan nilai teratas dan zona sehingga siswa yang tak masuk dalam zona akan terblokir secara otomatis. 

Baca: Polisi Tetapkan 17 Tersangka Pengrusak Mapolsek Bathin XXIV, Kades Aur Gading Diduga Jadi Provokator

Baca: Tiga Fraksi DPRD Sungai Penuh Minta Walikota Rampingkan SKPD

Baca: Diserang Hama, Puluhan Hektare Padi di Kerinci Terancam Gagal Panen

Baca: ESDM Jambi Sebut Reklamasi Tambang Batubara di Jambi Masih Minim

"Program itu intinya adalah untuk pemerataan siswa. Menghilangkan image sekolah favorit. Awal dulu SSN, sekolah model, sekolah rujukan. Dan sekarang tidak diberlakukan lagi sesuai dengan permendikbud," tukasnya. 

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved