Kisah Militer RI

Alat Kontrasepsi Pernah Jadi Senjata Rahasia Kopaska saat Operasi Trikora yang Bikin Belanda Takut

Alat Kontrasepsi Pernah Jadi Senjata Rahasia Kopaska saat Operasi Trikora yang Bikin Belanda Takut

Alat Kontrasepsi Pernah Jadi Senjata Rahasia Kopaska saat Operasi Trikora yang Bikin Belanda Takut
Pinterest
Kopaska TNI AL 

Alat Kontrasepsi Pernah Jadi Senjata Rahasia Kopaska saat Operasi Trikora yang Bikin Belanda Takut

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah Indonesia mencatat, perjuangan pasukan militer Indonesia pernah bersitegang dengan pasukan militer Belanda di pulau Papua.

Kala itu diberi nama Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat (Papua) dari tangan Belanda, menyisakan cerita yang menarik untuk diketahui.

Peristiwa itu terjadi pada 1962, ketika pemerintah RI melancarkan operasi militer bersandi Operasi Trikora. Saat itu, semua kekuatan militer yang dimiliki oleh Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI/TNI) dikerahkan.

Pasukan khusus, seperti Komando Pasukan Gerak Tjepat AURI, RPKAD (TNI AD), dan Kopaska (TNI AL) juga dikerahkan untuk melakukan misi penyusupan, sabotase, intelijen, dan melancarkan perang secara gerilya.

Baca: Teriakan Tegas Benny Moerdani ke Prajurit Kopassus yang Temukan Peti Emas: Tinggalkan atau Kau Mati

Baca: Edi Purwanto Ditantang Ihsan Yunus dan Dua Ketua DPC PDIP di Jambi

Baca: Kubu 02 Mau Bawa Sengketa Pilpres 2019 ke Peradilan Internasional, Ini Kata Refly Harun & Mahfud MD

Baca: 9 Kader PDIP Berebut Kursi DPD Jambi, Diyakini Bakal Panas

Pasukan Kopaska meski menjadi ujung tombak dalam pertempuran di laut ternyata menjadi pasukan yang paling akhir dikirimkan ketika APRI akan melancarkan serangan besar-besaran melalui operasi militer bersandi Jayawijaya.

Pasukan Kopaska yang diberangkatkan dari Jakarta ke Surabaya melalui misi sangat rahasia kemudian menuju ke gudang senjata PAL (Penataran Angkatan Laut) untuk mengambil senjata dan bahan peledak serta peralatan khusus lainnya.

Tapi mereka terkejut, karena hampir semua senjata telah digunakan oleh pasukan lain dan sukarelawan, demi melaksanakan operasi tempur Jayawijaya.

Pasukan Kopaska yang memiliki motto Tan Hana Wighna Tan Sirna (Tidak Ada Rintangan yang Tidak Dapat Diatasi) pun tetap memiliki semangat tempur tinggi meski hanya berbekal persenjataan yang tersisa.

Persenjataan itu antara lain senapan laras panjang yang hanya efektif untuk keperluan pertempuran jarak dekat seperti Madsen M-50 buatan Denmark.

Baca: Suaminya Jadi Wakil Presiden Jokowi, Inilah Sosok Istri Maruf Amin dan Pekerjaan Ia Sebenarnya

Baca: Gramedia Exhibition 2019 di Mall WTC Batanghari, Banyak Buku Best Seller

Baca: Besok Bebas, Ini Hal Pertama yang Bakal Dilakukan Vanessa Angel saat Keluar dari Penjara

Baca: Grand Club Mendadak Senyap Saat Polresta Jambi Lakukan Operasi Pekat

Baca: Persiapan Kejurnas Dayung Antar PPLP di Jambi Sudah 75 Persen

Padahal idealnya personel Kopaska bersenjata senapan serbu AK-47 buatan Rusia, mengingat demi mendukung Operasi Trikora, APRI telah membeli senapan AK-47 dalam jumlah besar.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved