Tim Hukum Jokowi-Maruf: Sekarang Satu Persatu Dibuka, Dijelaskan Bahwa Semua Tidak Berdasar Hukum

Hal itu disampaikan Luhut di sela-sela skorsing sidang putusan gugatan Pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat

Tim Hukum Jokowi-Maruf: Sekarang Satu Persatu Dibuka, Dijelaskan Bahwa Semua Tidak Berdasar Hukum
Sidang uji materiil terkait hak angket DPR terhadap KPK digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017). Agenda sidang kali ini mendengar/memperlihatkan alat bukti berupa rekaman video rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III dan KPK yang berlangsung beberapa waktu lalu, namun sidang tidak dihadiri pihak DPR.(Fachri Fachrudin) 

Tim Hukum Jokowi-Maruf: Sekarang Satu Persatu Dibuka, Dijelaskan Bahwa Semua Tidak Berdasar Hukum

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Tim Hukum Jokowi-Maruf, Luhut Pangaribuan mengatakan, dalam persidangan putusan sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), tuduhan dari Tim hukum 02 mulai terbantahkan.

Dalam pertimbangan yang dibacakan majelis hakim, dalil-dalil tuduhan kecurangan yang disampaikan tim hukum 02 tak memiliki bukti dan landasan hukum yang kuat.

Hal itu disampaikan Luhut di sela-sela skorsing sidang putusan gugatan Pilpres di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

"Sekarang satu persatu dibuka, satu persatu dijelaskan bahwa semua tidak berdasar hukum, tidak kuat dan tidak meyakinkan," kata Luhut.

Luhut mengatakan, tim hukum 02 menuangkan berbagai dugaan kecurangan dalam dalil permohonannya ke MK.

Padahal, kata Luhut, UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu telah membagi kewenangan dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu.

"Jadi kalau dari awal sudah ketahuan bahwa pertama permohonannya ini kan ditumpuk di MK. Padahal menurut UU Pemilu nomor 7 tahun 2017 sudah membagi habis semua kewenangan termasuk TSM (terstruktur sistematis dan masif) tidak betumpuk ke Mahkamah Konstitusi tapi ada pada Bawaslu, ada DKPP, Gakkumdu, PTUN, serta Mahkamah Agung," ucap Luhut.

Ia pun menilai, pertimbangkan majelis yang menyebut dalil-dalil tim hukum 02 tak memiliki dasar kuat menjadi bukti bahwa kubu Prabowo-Sandi gagal membuktikan dalil-dalil permohonan.

"Kita sudah tahu ini kalau lihat pertimbangan-pertimbangan ini untuk memberikan kepuasan atau rasa peradilan yang jujur, dan semua akan dipertimbangkan alat buktinya," jelasnya.

Sementara itu, sidang sengketa hasil Pilpres masih dilanjutkan dengan membacakan pertimbangan majelis hakim terkait dalil-dalil yang diajukan tim hukum 02.

Hasil akhir sengketa pemilihan presiden dan wakil presiden tersebut kini berada di tangan 9 Hakim Konstitusi.

Putusan yang akan dibacakan besok pagi akan menentukan pemimpin Indonesia untuk 5 tahun mendatang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tim Hukum 01: Sekarang Satu Persatu Dibuka, Dalil Tim Hukum 02 Tidak Berdasar Hukum, http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/06/27/tim-hukum-01-sekarang-satu-persatu-dibuka-dalil-tim-hukum-02-tidak-berdasar-hukum?page=all.
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Adi Suhendi

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved