Kisah Militer

VIDEO: Siapa Sebenarnya Joanna Palani? Sniper Pembunuh Ratusan ISIS Kepalanya Dihargai Rp 13 M

Joanna Palani, wanita berusia 23 tahun yang tewaskan ratusan milisi ISIS ini blasteran Kurdi-Iran, meskipun ia berkewarnegaraan Denmark

VIDEO: Siapa Sebenarnya Joanna Palani? Sniper Cantik Pembunuh Ratusan ISIS, Mahasiswi Bertempur di Suriah 

TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata Joanna Palani bukanlah pasukan Denmark atau NATO.

Dia mahasiswi yang memilih turut bertempur.

Meski sudah hidup mapan sebagai mahasiswi di Denmark, Joanna Palani justru memilih pergi ke Suriah dan Irak.

Dia memiliki keyakinan untuk bertempur melawan ISIS.

Joanna Palani ingin menyelamatkan Eropa dari teroris ISIS.

Kisahnya sniper perempuan ini tidak berhenti di situ.

Ketika kembali ke Denmark, ia justru dipenjara.

Dia kehilangan rumah, dilarang berpergian dan yang paling menyakitkan dicap teroris.

Baca: Pengakuan Joanna Palani, Dewi Kematian ISIS di Suriah, Pulang ke Denmark Dipenjara & Dicap teroris

Baca: Miliki Baret Merah Seperti Kopassus, Pasukan Elite Wanita Rusia Ini Dikenal Fatal Beauty Garang

Baca: Pasukan Khusus Rusia Spetsnaz Terbesar di Dunia, Ahli Bertarung Tanpa Senjata & Bungkam Rudal Nuklir

Baca: Cantik dan Mematikan, 9 Pasukan Khusus Wanita Berdarah Dingin yang Paling Ditakuti di Dunia

Nama Joanna Palani sangat disegani kawan dan lawan selama perang melawan ISIS di Suriah dan Irak.

Kepalanya dihargai 1 juta dolar AS atau sekir Rp 14,5 miliar oleh ISIS, hidup atau mati.

Jika ia berhasil ditangkap hidup-hidup, wanita ini akan dijadikan budak nafsu bagi pasukan ISIS.

Hal ini tak lain karena Joanna Palani adalah pembunuh berdarah dingin.

Joanna Palani telah menewaskan lebih dari pasukan ISIS selama perang di Suriah dan Irak.

Joanna Palani yang menjadi most wanted-nya ISIS
Joanna Palani yang menjadi most wanted-nya ISIS (Angkasa)

Joanna Palani bukanlah pasukan Denmark atau NATO.

Dia justru bergabung dengan batalion Unit Pelindung Rakyat (YPG) Kurdistan.

Darah perang, siapa sebenarnya Joanna Palani?

Joanna Palani, wanita berusia 23 tahun ini blasteran Kurdi-Iran, meskipun ia berkewarnegaraan Denmark.

Ayah dan kakek Palani adalah pejuang Peshmerga.

Dia lahir di sebuah kamp pengungsi PBB sebelum pindah ke Kopenhagen, Denmark, saat balita.

Tetapi jangan salah, mainannya ketika kecil bukan boneka barbie atau beruang, melainkan pistol.

Sejak usia 9 tahun, ia sudah dilatih oleh kakeknya menggunakan senjata sehingga kemampuan menembaknya tidak perlu diragukan.

Bangsa Kurdi dikenal sebagai bangsa yang sepanjang sejarahnya selalu berperang dan paling ditakuti di Timur Tengah.

Bahkan, di masa pemerintahan diktator Saddam Husein memimpin Irak, Kurdi tak pernah berhasil ditaklukkan hingga akhir pemerintahannya.

Tinggalkan kuliah demi perang

Melihat bangsanya bertempur melawan ISIS, Joanna Palani meninggalkan bangku kuliahnya di Kopenhagen dan terjun langsung ke medan laga bertempur melawan ISIS.

Ia datang ke Manbijj, Suriah, dan mengangkat senjata untuk melawan ISIS.

Manbijj adalah kawasan strategis di pinggiran Kota Alepo, salah satu basis militer terkuat ISIS.

Di Timur Tengah, Joanna Palani juga bukan pasukan Amerika Serikat, NATO atau Suriah, melainkan anggota militan Kurdi yang ikut memerangi ISIS.

Baca: 10 Massa ini Tetap Akan Berunjuk Rasa Saat Sidang Putusan MK Meski Prabowo Minta Tak Berkumpul

Baca: Saat Sidang Vonis Vanessa Angel Digelar, Netizen Serbu Instagram Artis FTV hingga Seperti Ini

Baca: TERSIAR Kabar Pernikahan Angelina Sondakh Dengan Raden Brotoseno di Tahanan, Benarkah?

Halaman
12
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved