Berita Bungo

Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau

Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau

Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau
Tribunjambi/Mareza
Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau 

Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Setelah melewati berbagai tahapan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo, akhirnya menahan EI, tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Taman Hijau di Kabupaten Bungo, Rabu (26/6/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri Bungo melalui Kasi Pidsus Kejari Bungo, Galuh Bastoro Aji saat dikonfirmasi mengatakan, penahanan tersebut dilakukan setelah bukti-bukti dirasa cukup. Selain itu, juga karena alasan objektif dan subjektif.

Baca: Mantan Bendahara DPRD Kota Jambi Divonis, Dinyatakan Bersalah, Berikut Vonis & Denda yang Dikenakan

Baca: Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Taman Hijau di Bungo, EF Sempat Kembalikan Rp 30 Juta

Baca: PETI di Sarolangun Makan Korban, 2 Orang Tertimbun Longsor, 1 Korban Meninggal, 1 Lagi Patah Tulang

"Hari ini pelimpahan berkas tahap II. Selanjutnya, kita melakukan penahanan terhadap tersangka EI di Lapas Klas II A Jambi, mulai tertanggal hari ini, 26 Juni 2019 hingga 15 Juli 2019," kata Galuh, menjelaskan.

Penahanan tersebut dilakukan dengan alasan objektif pasal 21 ayat (4) KUHAP, bahwa perbuatan tersangka terancam hukuman pidana lebih dari lima tahun penjara.

Sedangkan alasan subjektif sebagaimana pasal 21 ayat (1), jelas Galuh, terkait dengan tersangka dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, merusak barang bukti, atau melarikan diri.

Tersangka kasus dugaan korupsi taman hijau di Bungo, ditahan Kejari Bungo
Tersangka kasus dugaan korupsi taman hijau di Bungo, ditahan Kejari Bungo (Tribunjambi/Mareza)

Tersangka ini akhirnya ditahan dengan barang bukti 71 dokumen, keterangan 23 saksi, dan 2 orang ahli.

Adapun peranan tersangka EI dalam kasus ini sebagai pihak pelaksana pekerjaan dalam pembangunan kawasan Taman Hijau di Bungo, dengan membawa perusahaan CV Davina Kontraktor.

"Dari pekerjaan taman hijau tersebut, terdapat kekurangan volume. Berdasarkan hasil audit BPK dan fakta penyidikan, terdapat kerugian negara senilai sekitar Rp 97.242.096," terangnya.

Baca: Tebas Leher Rekan Kerja Saat Ingin Tidur, Awalnya Pelaku Beri Nasehat ke Korban, Begini Kronologinya

Baca: Apa Itu Software FoxPro yang Digunakan Saksi BPN Prabowo-Sandi? Ternyata Rilis Tahun 80an, Pakai DOS

Baca: Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat pasal alternatif. Primer, EI dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan subsider, tersangka dijerat pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya diberitakan, tim penyidik telah menetapkan dua tersangka. Keduanya adalah (Alm) DS selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pihak Dinas Lingkungan Hidup dan EF dari pihak rekanan.

Namun, penyidikan terhadap (Alm) DS telah dihentikan karena telah gugur perkaranya, berdasarkan surat keterangan tertanggal 3 Februari 2019 dari Rumah Sakit Bunda. Sedangkan untuk tersangka EI masih berlanjut.

Pembangunan Taman Hijau Muara Bungo, dibangun dengan anggaran sekitar Rp 921.755.000 juta, yang bersumber dari dana APBN dan dana sharing APBD Kabupaten Bungo.

Kejari Bungo Tahan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Taman Hijau Mareza Sutan A J/ Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved