Berita Batanghari

Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari

Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari

Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari
Tribunjambi/Rian
Ilustrasi. Luapan air Sungai Batanghari sudah menggenangi permukiman warga Desa Simpang Aur Gading di Kecamatan Bathin XXIV. 

Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Belasan titik di daerah Kabupaten Batanghari, rawan longsor. Khususnya permukiman warga yang tersebar di sepanjang bantaran Sungai Batanghari.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, ada 17 desa dalam wilayah Kabupaten Batanghari, dimana masih banyak rumah penduduk berada di pinggiran sungai. Bahkan sangat dekat dengan sungai.

Baca: DAS Batanghari Jambi Sudah Kritis

Baca: PAN Batanghari Belum Punya Nama untuk Kursi Ketua DPRD, Sasmi: Semua Berpeluang Jadi Ketua

Baca: Polisi Kembali Tetapkan 1 Tersangka Pengerusakan Mapolsek Bathin XXIV, Total Sudah Ada 3 Tersangka

Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari, Samral Lubis mengatakan, tanah yang berada di dekat dengan bantaran Sungai Batanghari, sudah mulai retak-retak.

"Dikhawatirkan ketika tiba-tiba turun hujan, lalu tanah itu berongga dan rongga tanah itu lama-lama turun dan terancam longsor. Bisa-bisa rumah warga hanyut tenggelam dan longsor ke Sungai Batanghari," ungkapnya, Rabu (26/6/2019).

Baca: Siapa Sebenarnya Dhea Boru Simatupang? Sosok Wanita yang Disebut Tak kalah Cantik dari Nikita Willy

Baca: Tebas Leher Rekan Kerja Saat Ingin Tidur, Awalnya Pelaku Beri Nasehat ke Korban, Begini Kronologinya

Baca: Ini Alasan Michael Jackson Dikubur dalam Peti Mati Berlapis Emas yang Dibeton, Usai 10 tahun Wafat

Adapun 17 desa rawan longsor itu tersebar dalam wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kecamatan Mersam, Kecamatan Batin XXIV, Kecamatan Muara Tembesi, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kecamatan Muarabulian dan Kecamatan Pemayung.

Ancaman longsor dalam wilayah Kecamatan Mersam menyasar Desa Sengkati Baru dan Desa Sengkati Kecil. Sebab ada banyak pemukiman masyarakat tidak jauh dari bibir sungai.

Kemudian wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu, longsor mengancam Desa Sungai Ruang, Desa Peninjauan dan Desa Sungai Lingkar.

Selanjutnya wilayah Kecamatan Batin XXIV longsor mengancam Desa Koto Boyo dan Desa Simpang Karmeo.

"Untuk wilayah Kecamatan Maro Sebo Ilir, longsor mengancam Desa Terusan dan Desa Danau Embat. Kalau di Kecamatan Muara Bulian daerah rawan longsor yakni Desa Bajubang Laut, Desa Pelayangan Rambahan dan Lorong Orang Kayo Hitam. Begitu juga Kecamatan Pemayung dan Kecamatan Muara Tembesi," ujarnya.

Jarak pemukiman masyarakat dengan bibir Sungai Batanghari, kata Syamral, rata-rata 50 meter, 20 meter dan 10 meter.

Baca: Jalan Renah Alai - Jangkat Longsor, Terancam Terisolir, Dinas PUPR Jambi Janji Segera Perbaiki

Baca: 5 Terdakwa Tindak Pidana Pemilu di Sarolangun, Divonis Majelis Hakim PN Sarolangun, Ini Vonisnya

Baca: Fakta Perjalanan Kasus Vanessa Angel yang Divonis 5 Bulan Penjara, Yang Meringankan dan Memberatkan

Seperti pemukiman masyarakat di Kecamatan Maro Sebo Ulu dan Lorong Orang Kayo Hitam, sudah ada tiang yang masuk ke bibir sungai.

"Lima tahun lalu terdapat 26 desa terancam longsor, tahun ini tinggal 17 desa yang sangat rawan. Kita bukan ahli pertanahan, akan tetapi dari retakan-retakan tanah, kita lihat jenis tanah gembur, kalau di timpa hujan dan panas, kita khawatir lama-lama rumah masyarakat longsor dan hanyut," tandasnya.

Belasan Desa di Kabupaten Batanghari Rawan Longsor, Masih Banyak Pemukiman di DAS Batanghari (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved