Berita Kerinci

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Kopi di Kerinci Diminta Ubah Pola Panen

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Kopi di Kerinci Diminta Ubah Pola Panen

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Kopi di Kerinci Diminta Ubah Pola Panen
Net
25092016_buah kopi 

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Kopi di Kerinci Diminta Ubah Pola Panen 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Petani kopi di Kabupaten Kerinci, khususnya yang membudidayakan kopi jenis robusta, diminta mengubah pola panen.

Ini dilakukan, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing robusta asal Kerinci, sehingga memiliki pasar dan harga yang lebih baik, serta dilirik eksportir.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kerinci, Efrawadi mengatakan, selama ini petani kopi robusta memanen semua kopi, saat masa panen tiba.

Baca: Larang Petani Jemur Kopi di Jalan, Pemkab Kerinci Beri Alat ini ke Petani

Baca: Dapat Suara Terbanyak, Partai Golkar Sarolangun, Belum Tentukan Ketua DPRD

Baca: Terungkap, Mungkin Terbesar di Indonesia, Gunung Masurai di Merangin, Jambi, Ternyata Punya Kaldera

Pola panen seperti ini, kurang bagus. Sebab banyak kopi yang belum siap panen, ikut dipetik oleh petani, sehingga kualitasnya tidak bagus.

“Ke depan, kita minta kepada petani kopi robusta untuk petik merah. Artinya, hanya memetik buah yang sudah benar-benar matang saja,” katanya, Selasa (25/6/2019).

Dengan panen merah, harga dan kualitasnya juga akan lebih bagus.

“Kopi panen merah harganya mulai dari Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram,” ucapnya.

Baca: Peringatan dari Polisi, Jangan Pernah Membeli Motor Bekas Berkode ST, Ini Penjelasan Lengkapnya

Baca: Menanti Putusan MK, Gatot Nurmantyo Minta Semua Pihak Percaya pada Hakim Mahkamah Konstitusi

Baca: Dijuluki Dokter Gila, Sosok Pria Bernama Oey Tiong Hian yang Ingin Jadi Frogman Kopaska TNI AL

Sedangkan kopi yang dipanen tanpa memilih yang matang, harganya hanya dihargai Rp3.500 per kilogram.

“Makanya selama ini kopi robusta Kerinci kalah saing dengan kopi yang berasal dari Bengkulu, Lampung, dan daerah lain. Eksportir enggan ke Kerinci,” jelasnya.

Baca: Seleni Casanova, Wakili Jambi ke Ajang Astra Honda Motor Best Student Tingkat Nasional 2019

Baca: Babak Belur, Maling Satroni Rumah Satuan Elit Kopaska, Bukan Dapat Untung Malah Meregang Nyawa

Pengusaha kopi di Kerinci, Ikhsan Daraqtuni, mengatakan robusta petik merah, rasanya lebih bagus, dan pengolahannya juga lebih mudah.

“Warna biji lebih bagus, pengeringan lebih cepat, dan yang paling menguntungkan petani, harganya juga lebih mahal,” katanya.

Tingkatkan Kualitas Kopi, Petani Kopi di Kerinci Diminta Ubah Pola Panen  (Heru Pitra/Tribun Jambi)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved