Editorial

Pegang Komitmen Tertibkan Illegal Drilling

Tiga daerah di Provinsi Jambi rawan praktik illegal drilling atau penambangan sumur minyak ilegal.

Pegang Komitmen Tertibkan Illegal Drilling
Tribunjambi/Abdul Usman
Lokasi ilegal drilling di Desa Pompa Air, Batanghari. 

Tiga daerah di Provinsi Jambi rawan praktik illegal drilling atau penambangan sumur minyak ilegal.

Praktik yang merusak ekosistem it uterus saja terjadi di Kabupaten Muarojambi, Batanghari, dan Sarolangun.

Seolah tak terbendung. Meski beberapa kali ditertibkan nyatanya aktivitas ilegal ini masih terjadi.

Aktivitas illegal drilling tidak bisa ditawar-tawar memang harus ditutup.

Sebab dampaknya sangat luar biasa, apakah itu terhadap masyarakat terutama dampak kerusakan lingkungan.

Untuk itu kemarin Pemerintah Provinsi Jambi melakukan pertemuan dengan pihak terkait termasuk juga dengan aparat keamanan.

Pertemuan disepakati bakal dibentuk satuan tugas atau satgas untuk melakukan penutupan praktik itu.

Rencana ini patut didukung dan hendaknya dilakukan dengan tegas tanpa pandang bulu namun juga dengan cara-cara persuasif.

baca juga

Baca: Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku

Baca: Air Berminyak, Warga Desa Bungku, Batangahari Kesulitan Air Bersih, Beli 10 Galon Air Tiap Hari

Baca: Oknum Polisi Diduga Miliki Pengolahan Minyak Ilegal, Bagini Kata Kapolres Batanghari

Pasalnya satu di antara yang perlu diperhatikan adalah kerawanan terjadinya konflik, apalagi jika telah melibatkan masyarakat sekitar.

Hendaknya juga penertiban dilakukan sampai ke hilir, jangan hanya pelaku yang notabene orang-orang suruhan, tanpa mengejar pemodalnya.

Bukan rahasia umum pelaku penambangan minyak ilegal ini juga melibatkan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Kondisi Desa Bungku, Kabupaten Batanghari yang banyak terlihat bekas aktivitas ilegal drilling
Kondisi Desa Bungku, Kabupaten Batanghari yang banyak terlihat bekas aktivitas ilegal drilling (Tribunjambi/Rian Aidilfi)

Untuk itu juga perlu komitmen dari para penegak hukum untuk membersihkannya.

Bagaimanapun jika praktik ilegal ini terus berlanjut bukan tidak mungkin timbul permasalahan baru yakni kerusakan lingkungan, meski mungkin sekarang belum terasa namun menyimpan potensi yang setiap saat bakal mengakibatkan masalah. (*)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved