Sengketa Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Ogah Dikaitkan Dengan Aksi PA 212 di Mahkamah Konstitusi Sebagai Gerakan Keagamaan

Sejumlah organisasi akan menggelar unjuk rasa mengawal putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (28/6/2019).

BPN Prabowo-Sandi Ogah Dikaitkan Dengan Aksi PA 212 di Mahkamah Konstitusi Sebagai Gerakan Keagamaan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Malam Munajat 212 

TRIBUNJAMBI.COM- Sejumlah organisasi akan menggelar unjuk rasa mengawal putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Jumat (28/6/2019).

Sejumlah organisasi itu di antaranya Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, serta sejumlah organisasi lainnya.

Mereka mengatakan, unjuk rasa dilakukan sebagai bagian dari perjuangan untuk menegakkan keadilan sesuai dengan ajaran agama.

Juru bicara PA 2012 mengatakan, akan tetap menggelar aksi di MK sebagai gerakan keagamaan, bukan gerakan politik.

Selain itu, pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar aksi demo Senin (24/6/2019) hari ini hingga putusan pada Jumat (28/6/2019).

Baca: Prediksi Hasil Putusan Sidang MK untuk Pilpres 2019 Menurut Sejumlah Pengamat

Aksi bertajuk Halal bi Halal 212 diklaim sebagai aksi super damai yang diisi dengan zikir, doa, serta salawatan di seluruh ruas jalan sekitar MK.

Aksi tersebut dilakukan demi memberikan dukungan moril pada sembilan hakim MK selama proses persidangan hingga pengambilan keputusan.

Lantas, apa kata BPN, Istana, serta MK terkait rencana tersebut?

Baca: Polisi Polda Jambi Tegur Penjual Tuak di Pasar Angso Duo Modern, Jangan Jualan Lagi Ya

Baca: Masih Pesimis, Prediksi Pengamat Terkait Keputusan MK Kabulkan Permintaan Prabowo-Sandi

Baca: Siapa Sebenarnya Elvira Devinamira? Sosok Mahasiswa Ngekos yang Bikin Resah Ibu-ibu di Kampung

Berikut rangkuman Tribunnews.com:

Halaman
1234
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved