Berita Kota Jambi

Menuju Kota Sehat, Wawako Kunjungi Kampung Bantar & Kampung KB, Sebut Infrastuktur Jadi Kendala

Menuju Kota Sehat, Wawako Kunjungi Kampung Bantar & Kampung KB, Sebut Infrastuktur Jadi Kendala

Menuju Kota Sehat, Wawako Kunjungi Kampung Bantar & Kampung KB, Sebut Infrastuktur Jadi Kendala
Tribunjambi/Rohmayana
Kunjungan Maulana ke Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung 

Menuju Kota Sehat, Kunjungi Kampung Bantar dan Kampung KB, Wawako Sebut Infrastuktur Masih Jadi Kendala

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi, terus berupaya menjadikan Kota Jambi sebagai salah satu nominasi Kota Sehat untuk penilaian 2019.

Namun, masih ada beberapa hambatan yang harus terus dilakukan pembenahan. Diantaranya faktor infrastruktur, banjir dan fungsi drainase yang kurang maksimal.

Hal ini disampaikan Maulana, Wakil Walikota Jambi saat meninjau beberapa kampung bantar dan kampung KB yang akan dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan Kota Sehat tingkat Nasional. 

Baca: Jambi Dinobatkan Sebagai Kota Sehat, Wali Kota Sy Fasha Dianugerahi Swasti Saba Padapa

Baca: Sudah Seminggu Lakukan Razia, Satpol PP Kota Jambi Denda 9 PKL dan Seorang Pembeli

Baca: Menata Wajah Kelurahan Kebun Handil Lewat Program Kampung Bantar

“Saya mengecek satu persatu wilayah yang akan dinilai oleh tim. Sehingga kita berharap Kota Jambi masuk menjadi nominasi Kota Sehat dari seluruh Indonesia. Kita cek apa saja fasilitas yang sudah dan yang belum ada. Apa saja yang akan kita persiapkan,” terang Maulana.

Menurut Maulana, salah satu hambatan Kota Jambi untuk masuk dalam nominasi Kota Sehat adalah infrastruktur.

Sebab, di Kota Jambi masih ditemui masalah banjir, fungsi drainase yang kurang maksimal. Sampah yang masih menggenangi sungai dan drainase serta beberapa masalah lainnya.

Kunjungan Maulana ke RT 32 kelurahan Lebak Bandung
Kunjungan Maulana ke RT 32 kelurahan Lebak Bandung (Tribunjambi/Rohmayana)

“Inilah yang akan segera kita perbaiki. Saya juga sudah minta koordinasi dengan Dinas PUPR Kota Jambi dan beberapa OPD terkait. Seperti penanganan banjir, pembersihan drainase. Saya lihat tadi masih ada drainase yang dipenuhi oleh sampah. Juga seperti taman kita juga sudah koordinasi dengan DLH untuk segera melakukan perbaikan dibeberapa titik,” ungkapnya. 

Maulana optimis jika hal tersebut dikerjakan dengan sebaik mungkin, maka Kota Jambi akan mendapat juara dan meraih predikat Kota Sehat pada 2019.

Sebab, menurutnya, untuk partisipasi masyarakat menjadikan Kota Jambi sebagai Kota Sehat sangatlah besar. 

Baca: Ingat dengan Ponari, Dukun Cilik Fenomenal dengan Batu Ajaibnya? Putus Sekolah dan Ini Kesehariannya

Baca: Raffi Ahmad Minta Ijin Nikah Lagi, Nagita Slavina Langsung Balas Dendam

Baca: Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku

“Kita sudah memiliki kampung bantar, kampung KB, dan ini menjadi salah satu indikator penilaian sebagai Kota sehat. Apalagi ini semua dilakukan masyarakat dengan swadaya dan tanpa bantuan pemerintah. Tinggal kamilah pihak pemerintah yang harus mendorong agar bisa lebih baik lagi,” bebernya.

Dijelaskan Maulana untuk indikator Kota sehat lainnya adalah adanya wilayah pemukiman seperti kampungs sehat, kampung bantar, kampung KB, pasar sehat, kehidpan masyarakat yang mandiri, perilaku hidup sehat warga, ipal komunal dan beberapa indikator lainnya.

“Kita berharap Kota Jambi bisa menang tingkat nasional dan kami butuh dukungan masyarakat. Sebab untuk tim penilai dari pusat akan datang secara mendadak tanpa jadwal yang khusus,” tuturnya. 

Menuju Kota Sehat, Wawako Kunjungi Kampung Bantar & Kampung KB, Sebut Infrastuktur Jadi Kendala (Rohmayana/Tribun Jambi)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved