Heboh Video Mesum Diduga Menteri, Politisi Anggap Politik Kotor dan Pembunuhan Karakter

Heboh video mesum berupa hubungan intim sesama jenis yang dilakukan oleh dua orang pria di Malaysia.

Heboh Video Mesum Diduga Menteri, Politisi Anggap Politik Kotor dan Pembunuhan Karakter
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Heboh video mesum berupa hubungan intim sesama jenis yang dilakukan oleh dua orang pria di Malaysia.

Kehebohan video mesum gay ini tak lain karena satu pemerannya diduga seorang menteri di negara tersebut.

Publik mengecam adegan dalam video itu, sementara para politisi di sana menganggap itu bentuk politik kotor.

Baca: YSP Jemput Pacar Saat Rumah Sepi Lalu Paksa Berhubungan Intim, Adegan Mesum Disiarkan Via Gogo Live

Baca: Lahan Perusahaan Prabowo Subianto di Aceh Akan Diambil Alih, Dibagikan Untuk Bekal Keluarga Baru

Baca: Derita MO Wanita Singkawang, Dinikahi Pria Asal China lalu Dipekerjakan Tanpa Upah, Dianiaya Mertua

Baca: Fairuz Sang Istri Dikatai Bau Ikan Asin oleh Mantan, Sonny Posting Captionnya Bikin Baper

Video itu menjadi viral setelah seorang pria yang turut berperan dalam adegan hubungan intim itu membuat pernyataan di akun Facebook pribadinya, pada Rabu (12/6/2019).

Pria yang membuat video pengakuan tersebut adalah staf khusus Samsul Iskandar bernama Haziq Abdullah Abdul Azis.

Pada video yang diunggah Haziq Azis di Facebook pribadinya, ia tidak tampak menampik kebenaran video hubungan intim sesama jenis tersebut.

Haziq Azis membenarkan video itu adalah benar dirinya dengan seorang menteri kabinet Malaysia.

Haziq Azis mengaku video tersebut diambil tanpa sepengetahuan dirinya saat berada di Sandakan untuk acara Pilihan Raya Kecil (PRK) 11 Mei 2019 lalu.

Tak hanya itu, Haziq Azis juga meminta SPRM atau Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia supaya menginvestigasi sang menteri lantaran kasus korupsi.

Partai oposisi UMNO dan PAS mengecam video terebut.

Halaman
123
Editor: suang
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved