Berita Batanghari

Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku

Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku

Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku
Tribunjambi/Rian Aidilfi
Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku 

Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Kampung Illegal Drilling di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, khususnya di Desa Bungku, saat ini sedang sepi dari aktivitas para penambangan minyak tak berizin tersebut.

Sepinya aktivitas kampung itu dari para pekerja sumur minyak ilegal, terpantau pada mapping lokasi yang dilakukan tim gabungan dari DLH Kabupaten Batanghari, SPORC, Brigade Harimau, PT KBP dan PT PBMSJ, Sabtu (24/6/2019) lalu.

Selain melakukan pemantauan sumur-sumur minyak ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), tim juga melakukan penelusuran ke satu di antara tempat pengolahan minyak ilegal terbesar di Desa Bungku.

Baca: Habiskan Rp70 Juta, Pemodal Ilegal Drilling di Batanghari, Ngaku Belum Balik Modal, Malah Ketangkap

Baca: Tak Hanya di Tahura, Kondisi Desa Bungku Semakin Menyedihkan, Warga Harus Beli Air Bersih Tiap Hari

Baca: Valentino Rossi Sudah Menyerah Dari Perebutan Juara Dunia MotoGP 2019, Terungkap Masalah Sebenarnya

Ternyata sama saja. Juga tidak terlihat kegiatan di lokasi itu. Namun, terdapat ratusan drum dan puluhan tedmon kosong di tempat tersebut.

Bukan hanya itu, di tempat tersebut juga terdapat lima buah tungku yang digunakan untuk memasak minyak. Bahkan juga terdapat minyak setengah jadi dari dalam tungku itu.

Salah satu warga sekitar yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, tempat tersebut sudah sepi sejak 10 Juli lalu.

Ratusan drum di tempat pemasakan minyak di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari
Ratusan drum di tempat pemasakan minyak di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari (Tribunjambi/Rian Aidilfi)

"Yang kerja di sini pulang kampung semua. Termasuk pemiliknya orang Palembang. Karena kemarin kan katanya akan ada razia-razia," tuturnya.

Sementara, Kadis LH Kabupaten Batanghari, Parlaungan mengatakan, dari hasil mapping, sumur minyak ilegal di Tahura saat ini diperkirakan sudah mencapai 1.500 an.

"Mungkin bisa saja berlebih. Karena hasil dari pemantauan via udara menggunakan drone hanya dari jarak titik 0 hingga 1,5 km," ungkapnya.

Baca: Air Berminyak, Warga Desa Bungku, Batangahari Kesulitan Air Bersih, Beli 10 Galon Air Tiap Hari

Baca: Update Berita Eggi Sudjana Dikabarkan Keluar Penjara, Begini Kata Pengacaranya: Iya Dikabulkan

Baca: Masih Ingat dengan Sarah Azhari? Jarang Terekspos, Ternyata Suaminya Bukan Orang Sembarangan

Dia juga mengatakan, selama tungku-tungku minyak masih ada, aktivitas pengeboran minyak bakal terus berlangsung.

Menurutnya, masih ada beberapa tempat pemasakan minyak lagi yang berada di kampung Illegal Drilling tersebut.

"Intinya memang harus ditertibkan semua baik dari sumur minyak hingga tempat pengolahannya," jelasnya.

Ditinggal Pekerja, Ada Ratusan Drum di Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Terbesar di Desa Bungku (Rian Aidilfi/Tribun Jambi)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved