BPOM Provinsi Jambi

BPOM Jambi Temukan 665 Item Produk Tanpa Izin Resmi BPOM, 70 Persen Produk Kosmetik

BPOM Jambi Temukan 665 Item Produk Tanpa Izin Resmi BPOM, 70 Persen Produk Kosmetik

BPOM Jambi Temukan 665 Item Produk Tanpa Izin Resmi BPOM, 70 Persen Produk Kosmetik
tribunjambi/zulkifli
Pemusnahan secara simbolis dilakukan Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar, bersama Deputi I BPOM Pusat Rita Endang, Kepala BPOM Jambi, pihak kejaksaan dan Polda Jambi. 

BPOM Jambi Temukan 665 Item Produk Tanpa Izin Resmi BPOM, 70 Persen Produk Kosmetik

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -  Sebanyak 665 item produk tidak memiliki izin resmi Balai Obat dan Makanan (BPOM). Jumlah tersebut ditemukan selama periode Januari - Juni 2019 ini, dengan nilai kerugian mencapai Rp 490 jutaan, dan terbanyak produk kosmetik.

Kepala BPOM Provinsi Jambi, Antoni Asdi mengatakan, di lapangan produk tersebut terdapat beberapa kategori mulai dari obat, kosmetik, pangan serta obat tradisional. 

Baca: Benarkah Air Mineral yang Ditinggal di Mobil Berbahaya Bagi Tubuh? Ini Penjelasan BPOM

Baca: Kaki Kirinya Diamputasi, Aldiansyah, Siswa SMA 3 Muarojambi, Korban Kecelakaan yang Butuh Bantuan

Baca: Besok Digelar Malam Penggalangan Dana Bertajuk “Bantu Pak Saidin” di Taman Budaya Jambi

"Dari temuan 665 item ini, terdiri menjadi 59089 Pcs yang tidak memiliki izin resmi dari BPOM," ujarnya, saat ditemui dikantornya, Senin (24/6/2019).

Antoni menjelaskan, dari beberapa kategori yang diamankan, paling banyak adalah produk kosmetik. Sebab, di Jambi masih banyak produk kosmetik yang mengandung bahan merkuri.

"Hampir 70 persennya produk kosmetik yang diamankan," sebutnya.

Baca: VIRAL Pengemudi GrabFood Antar Lemang Nunggang Motor Ducati Seharga Rp 240 Juta, Begini Kisahnya

Baca: Kenangan Bebby Fey di Dunia Hiburan, Pernah Dihina Kampungan, Dipecat Sepihak, Kini Job Sangat Padat

Baca: Cara Download Lagu MP3 Andmesh Cinta Luar Biasa, Hanya Rindu Dilengkapi Lirik Lagu, Gratis!

BPOM menghimbau kepada masyarakat harus cerdas memilih kosmetik, salah satunya seperti pemutih. Jika, dalam pemakaian selama 10 hari pemakainya langsung putih dapat dipastikan produk tersebut mengandung bahan kimia berbahaya. 

Meski demikian, kata Antoni, saat ini temuan di lapangan terkait kasus pangan sudah berkurang. Terlebih pada Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 M.

Pihak BPOM melakukan pengawasan pangan di pasar bedug di 8 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. 

"Selama bulan Ramadhan sampai saat ini hanya terdapat dua jenis makanan berupa mie basah di daerah Sarolangun hasil kiriman dari provinsi lain yang mengandung formalin, dan  langsung ditindaklanjut. Alhamdulillah distop langsung kedatangan produk itu dan tidak ada lagi peredarannya," ungkapnya.

Sedangkan untuk pasar bedug lainnya yang berada di kota dan Provinsi Jambi, Antoni menyebut tidak ditemukan lagi pangan yang membahayakan kesehatan.

"Masyarakat aman mengkonsumsi saat bulan puasa lalu," tuturnya.

Baca: Raffi Ahmad Minta Ijin Nikah Lagi, Nagita Slavina Langsung Balas Dendam

Baca: Wanita Muda Jatuh dari Lantai 7 Hotel Milik Ayahnya, Usai Bersih-bersih Tempat Ibadah

Baca: Ingat dengan Ponari, Dukun Cilik Fenomenal dengan Batu Ajaibnya? Putus Sekolah dan Ini Kesehariannya

Khusus di momen lebaran, bilang Antoni, bukan hanya mengawasi produk pangan pasar bedug, namun pihak BPOM juga mengawasi sarana prasarana lainnya di beberapa swalayan dan distributor pangan.

"Sudah tidak ditemukan lagi pangan ilegal. Tapi hanya berupa kaleng-kaleng yang penyok dikarenakan faktor kelalaian bukan unsur kesengajaan," jelasnya. 

BPOM Jambi Temukan 665 Item Produk Tanpa Izin Resmi BPOM, 70 Persen Produk Kosmetik (Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved