Intelijen Indonesia Vs Agen KGB Rusia di Jakarta, Mayor Sutardi Santai Bawa Anak-anak ke Restoran

Cerita berawal ketika Alexander Pavlovich menyamar jadi manajer perwakilan Perusahaan Penerbangan Aeroflot, maskapai asal Rusia,

Screenshoot CCTV
Ilustrasi perampokan 

TRIBUNJAMBI.COM - Perang intelijen pernah terjadi di Indonesia pada 1980-an. Saat itu situasi politik dunia tengah memanas, Indonesia terkena dampaknya.

Anggota Badan Koordinasi Intelijen Negara ( Bakin) 'bertarung' melawan agen KGB Rusia bernama Alexander Pavlovich Finenko (36).

Cerita berawal ketika Alexander Pavlovich menyamar jadi manajer perwakilan Perusahaan Penerbangan Aeroflot, maskapai asal Rusia, yang berkantor di Indonesia.

Pada tahun-tahun itu, Perang Dingin sedang memanas. Indonesia yang sangat dikenal antikomunis, menjadi sasaran utama para agen KGB.

Ilustrasi
Ilustrasi (pixabay.com)

Sebaliknya agen-agen KGB atau orang-orang Rusia yang sedang berada di Indonesia juga mendapat perhatian khusus dari Bakin.

Baca: Enam Prediksi Gus Dur yang Terbukti Manjur, Bagaimana dengan Tokoh dan Kejadian pada 2019

Baca: Terbukti, Usia 40 Tahun Lebih Tapi Penampilan Tubuh Masih 20 Tahun, Ini Tips dan Rahasianya

Baca: VIDEO: Ramalan Zodiak Sabtu 22 Juni 2019 Taurus Bertengkar, Bisnis Leo Down, Libra Jadi Hits

Baca: Habis Wawancara Brigadir Popy dan Bripda Fitri Disuruh Masuk Kamar, Penyamaran Polwan Cantik di Bali

Baca: Hubungan Rocky Gerung dan Dian Sastro Zaman Kuliah, Ini Isi Skripsi Cinta yang Bikin Pening

Perubahan nama badan intelijen Indonesia:

- BRANI (Badan Rahasia Negara Indonesia).
- BKI (Badan Koordinasi Intelijen).
- BPI (Badan Pusat Intelijen).
- KIN (Komando Intelijen Negara).
- BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara).
- BIN (Badan Intelijen Negara).

Dituliskan di intisari online, Finenko mulai dimonitor secara ketat oleh Bakin, salah satu tekniknya adalah dengan penyadapan telepon.

Di Indonesia, Finenko memanfaatkan Letkol Susdaryanto untuk membocorkan rahasia negara.

Sebagai perwira TNI AL yang bertugas pada Dinas Pemetaan Angkatan Laut, data-data kelautan yang bisa diakses Susdaryanto menjadi target yang sangat penting bagi KGB.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved