Anak di Jambi Jadi Korban Pelecehan Seksual, Semua Kepala Daerah Diminta Ikut Fokus

Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jambi seolah tak ada habisnya. Terhitung Januari-Juni 2019, ada 47 kasus yang ditangani DP3AP2 Jambi.

Anak di Jambi Jadi Korban Pelecehan Seksual, Semua Kepala Daerah Diminta Ikut Fokus
Serambi Indonesia/Net
Pelecehan Seksual Ilustrasi 

Anak di Jambi Jadi Korban Pelecehan Seksual, Kepala Daerah di Jambi Diminta Ikut Fokus

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Jambi seolah tak ada habisnya. Terhitung mulai Januari hingga Juni 2019, ada 47 kasus yang ditangani DP3AP2 Provinsi Jambi.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Nopriani kepada Tribunjambi.com mengatakan, dari 47 kasus yang mereka tangani tersebut didominasi kasus pelecehan seksual anak.

"Ini yang kita tangani secara langsung dan paling dominan kejahatan seksual terhadap anak," ungkapnya.

Dari 47 kasus yang ditangani, 22 kasus di antaranya terjadi pada perempuan dewasa, 22 kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak dan 3 orang laki-laki terlibat kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Kasusnya lebih ke anak, kalau KDRT itu masih bisa dilakukan mediasi kecuali kalau sudah fatal ya," ujarnya.

Baca: Perbaikan Jalan Pattimura Kota Jambi Terganjal Masalah Tanah Warga

Baca: 40 Warga Cianjur Keracunan Pindang Ikan Mas Dibeli Dari Pedagang Keliling, 2 Orang Meninggal Dunia

Baca: DAK Rp 26 Miliar, Dinas PUPR Kejar Renovasi 11 SMP di Kota Jambi Rampung Tahun Ajaran Baru

Baca: Usai Sengketa di Mahkamah Konstitusi, Pemuda Katolik: Mari Kita Bersatu Kembali, Hargai Putusan MK

Untuk 22 kasus kejahatan seksual terhadap anak sendiri, kata Asi, ditindaklanjuti ke ranah hukum dan pelaku akan dijatuhi hukuman sesuai aturan yang berlaku.

"Itu lanjut ke hukum, sekarang sedang proses, ada pula yang sudah diputusin, ada juga yang masih berlangsung sidang," jelasnya.

Dinas DP3AP2 bersama UPTD PPA Provinsi Jambi meminta agar para orang tua dan keluarga dapat turut membantu serta mengawasi anak-anak jangan sampai adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

"Kepada pihak keluarga, iya kita juga berharap agar lebih tanggap dan mengontrol anak-anak, harus diawasi dia pergi kemana, sama siapa dan pulangnya jam berapa," imbaunya. Terlebih saat ini tengah maraknya anak perempuan belasan tahun yang diculik, bahkan dikurung di hotel hingga berhari-hari.

Asi juga meminta kepala daerah punya perhatian khusus pada tingginya kasus kekerasan dan pelecehan pada perempuan dan anak di Jambi.

"Kami juga mengajak kepada kabupaten kota bukan hanya Dinas PPKB atau dinas PPPA nya atau Dinas Sosial PPPA nya saja, tidak. Tapi seluruh, karena kalau kita lihat ini harus ada kerja bareng antar dinas, karena keterkaitannya ada semua," tandasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved