Kisah Militer

Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang

Televisi nasional Thailand bahkan menyiarkan perkembangan penyanderaan secara langsung dan kamera televisi terus mengarah ke pesawat DC-9 Woyla

Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang
Kolase/Kompas.com
Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang 

Sintong juga bilang bahwa operasi pembebasan sandera dibatalkan dan semua pasukan sebaiknya tidur saja.

Padahal semua itu dilakukan oleh Sintong hanya berpura-pura agar semua anak buahnya yang sudah lelah dalam latihan bisa istirahat total dan besok dapat melakukan operasi pembebasan sandera secara optimal.

Semua pasukan antiteror yang ‘dikibuli’ oleh komandannya sendiri itu pun tertidur lelap.

Pukul 02.00 dini hari (31 Maret 1980) semua pasukan antiteror tiba-tiba dibangunkan dan harus bersiap untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera.

Dalam kondisi segar karena cukup tidur semua pasukan bergerak menuju sasaran.

Pergerakan Kopassus saat itu tidak cepat dan sigap, tapi santai tidak seperti pasukan komando.

Tujuan bergerak santai agar tidak menarik perhatian.

Semua senjata Kopassus pun disembunyikan.

Ketika pasukan antiteror itu sedang membawa tangga untuk memasuki pintu pesawat, malah berjalan lebih santai lagi.

Televisi nasional Thailand yang terus menerus memantau perkembangan di seputar pesawat yang dibajak, malah berkomentar bahwa pergerakan semua pasukan antiteror seperti orang piknik (Sunday picnic).

Satuan Gultor 81, Pasukan Siluman Milik Kopassus
Satuan Gultor 81, Pasukan Siluman Milik Kopassus (solarconflict.com)

Namun, ketika pasukan antiteror sudah berhasil mendobrak pintu dan masuk ke pesawat mereka pun berubah jadi pasukan yang ganas dan akhirnya sukses melumpuhkan penyandera serta membebaskan para sandera dalam hitungan menit.

Atas prestasi yang luar biasa itu, semua pasukan antiteror Kopassus mendapat penghargaan tertinggi dari negara, yakni medali Bintang Sakti.

(Sumber : Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas, 2009)

Baca kisah-kisah Kopassus dan pasukan eliter TNI di Tribunjambi.com. (*)

 

Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved