Kisah Militer

Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang

Televisi nasional Thailand bahkan menyiarkan perkembangan penyanderaan secara langsung dan kamera televisi terus mengarah ke pesawat DC-9 Woyla

Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang
Kolase/Kompas.com
Strategi Kopassus 'Dicemooh' Media Thailand, Hanya Cara Ini Libas Pembajak Pesawat, Dunia Tercengang 

Tugas Kopassus Operasi Militer Perang (OMP): Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus).

Tugas Kopassus Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Menjelma sebagai pasukan elite TNI yang ditakuti di dunia, Kopassus memiliki segudang prestasi keberhasilan menjalankan misi yang berbahaya.

Mulai dari penumpasan G30S/PKI operasi Dwikora, Operasi Trikora pembebasan Irian Barat, Operasi Seroja di Timor-timur hingga pembebasan sandera oleh sekelompok teroris.

Operasi Woyla, saat personel Kopassus melumpuhkan para teroris yang menyandera pesawat Garuda Indonesia.

Cerita berawal pada 28 Maret 1981, pesawat DC-9 Woyla milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan 48 penumpang dibajak 5 orang teroris.

Korban Pesawat Woyla dan Kopassus
Korban Pesawat Woyla dan Kopassus (Kolase/Kompas.com)

Baca: Kopassus Kalahkan Pasukan Anti Teror Korea di Medan Bersalju, Sanggup Bertempur di Suhu yang Membeku

Baca: Mayor Umar Nekat Minum Air dari Kandang Kuda, Kopassus Tugas Luar Negeri

Baca: SULTAN Brunei Terperangah Saksikan Kopassus Makan Ular, Jenderal Pentagon Sebut Pakai Ilmu Hantu

Baca: Tiket Promo Lion Air Mulai 20 Juni 2019, Paling Lambat H-10 Keberangkatan, Cek Daftarnya

Pesawat tersebut dibajak ketika dalam penerbangan dari Bandara Kemayoran menuju Bandara Polonia Medan.

Oleh kelima teroris pesawat sebenarnya akan diterbangkan menuju Lybia, negara yang pada tahun 1980-an berada di bawah pimpinan Presiden Moamar Kadhafi dan dikenal ‘suka membantu teroris’.

Selain itu, jika sudah mendarat di Lybia, para teroris merasa lebih aman karena upaya militer Indonesia (ABRI) untuk melaksanakan operasi pembebasan sandera jadi makin sulit.

Mujur akhirnya pesawat mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand sehingga militer Indonesia bisa lebih leluasa melaksanakan operasi pembebasan sandera dengan cara mengirimkan pasukan khusus.

Halaman
1234
Editor: Tommy Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved