Angkutan Sawit Dituding Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Muara Sabak, Warga Minta Solusi Taktis

Kerusakan ruas jalan di Kecamatan Muara Sabak Timur dan Wacana diduga karena tonase angkutan sawit yang tidak sesuai aturan.

Angkutan Sawit Dituding Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Muara Sabak, Warga Minta Solusi Taktis
tribunjambi/Abdullah Usman
Kerusakan ruas jalan di Kecamatan Muara Sabak Timur dan Wacana diduga karena tonase angkutan sawit yang tidak sesuai aturan. 

Angkutan Sawit Dituding Jadi Penyebab Rusaknya Jalan Muara Sabak, Warga Minta Solusi Taktis

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kerusakan ruas jalan di Kecamatan Muara Sabak Timur dan Wacana diduga karena tonase angkutan sawit yang tidak sesuai aturan.

Rusaknya beberapa ruas jalan yang berada di Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada beberapa hari terakhir sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dan hingga kini belum menemukan titik terang.

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan terdapat beberapa titik lokasi jalan dalam keadaan rusak. Titik terparah berada di Kelurahan Muara Sabak Ulu yang merupakan jalan Provinsi.

Baca: 200 Guru Ngaji dan Madrasah Terima Zakat dari Baznas Tanjab Barat

Baca: Soenarko Ditahan Kasus Senpi Ilegal, Panglima TNI Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Alasannya

Baca: Yusril Ungkap Hanya Hadirkan 2 Saksi Karena Enggan Berlama-lama Dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK

Baca: TERUNGKAP - BPN Prabowo-Sandi, Baru Tahu Saksi Berstatus Tahanan Kota Saat Persidangan

Dikatakan Hamdan (34) pengendara mobil yang terjebak antrean karena jalan berlubang mengatakan, masyarakat berharap ada langkah taktis dari Pemda setempat. Mengingat jika hujan mengguyur cukup deras dan berdurasi lama kemacetan pasti akan terjadi.

"Saya dari Alang alang kesini saja sudah ada 3-4 titik yang rawan rusak dan nyaris putus, ini kalo diguyur hujan sehari semalam saja dipastikan jalur ini akan putus," jelasnya.

"Sekarang saja kita kesulitan untuk memilih jalur untuk dilewati agar mobil tidak terjerembab, ini masih siang belum malam," tambahnya.

Menurutnya, meskipun langkah perbaikan tidak bisa dilakukan secepat mungkin setidaknya pemerintah setempat memberikan solusi taktis. Untuk meminimalisir terjadinya kemacetan dan hal buruk lainnya.

"Semisal ada bantuan alat berat yang disiagakan di titik yang terpantau parah. Sehingga ketika terjadi insiden truk terperosok dapat segera diatasi sebelum menimbulkan kemacetan," jelasnya.

Terkait dugaan angkutan yang melebihi kapasitas, menurutnya tidak semua sopir atau mobil angkutan tersebut menyalahi aturan. Meski tidak dipungkiri masih ada beberapa kendaraan yang melakukan hal tersebut.

"Namanya manusia bang, tapi kita jangan terfokus pada mereka yang menyalahi aturan saja. Karena banyak juga para sopir dan angkutan yang sudah taat juga berimbas," jelasnya.

Baca: VIDEO: Viral, Saksi BPN Sebut Jalan di Boyolali Tak Beraspal Tempuh 3 Jam dari Teras ke Juwangi

Baca: Siapa Saja 9 Jenderal Polisi yang Daftar Seleksi Calon Pimpinan KPK, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Baca: Video 20 Detik Gadis Cantik Marah-marah, Duduk sambil Pegang Golok Ancam Pria Botak

Baca: Selamat Ulang Tahun Ke-58 Jokowi, Ini Kisah Pacaran 4 Tahun Menaklukkan Hati Iriana untuk Menikah

Sebelumnya Camat Sabak Timur Paisal saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya, telah melaporkan hal tersebut ke UPTD Alkal Dinas PUPR Provinsi Jambi. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali.

"Sudah kita kasih info, ada macet akibat jalan rusak. Tapi belum ada tanggapan," katanya Paisal pada Tribunjambi.com.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Tanjab Timur Risdiansyah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Alkal Provinsi, namun belum juga ada tindakan.

"Sudah kita sampaikan, tapi sampai sejauh ini belum ada tindakan," ujarnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved