Tertangkap Berjualan di Tempat Terlarang, PKL di Jambi Didenda Rp 1 Juta

Satpol PP Kota Jambi kembali melakukan razia PKL di Simpang Gado Gado Selincah Kota Jambi, Kamis (20/6).

Tertangkap Berjualan di Tempat Terlarang, PKL di Jambi Didenda Rp 1 Juta
Tribunjambi/Rohmayana
Ramli dan istri mengambil barang dagangannya kembali seusai membayar sanksi administrasi sebesar Rp 1 juta. 

Tertangkap Berjualan di Tempat Terlarang, PKL di Jambi Didenda Rp 1 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Satpol PP Kota Jambi kembali melakukan razia PKL di Simpang Gado Gado Selincah Kota Jambi, Kamis (20/6).

Puluhan pedagang banyak melarikan diri dan meninggalkan barang dagangannya. Pihak Satpol PP Kota Jambi  berhasil mengamankan seorang pedagang beserta satu unit mobil dan barang dagangan.

Said Faisal, Kabid Penegak Perda Satpol PP Kota Jambi mengatakan, mereka terus melakukan razia PKL yang berjualan di pinggir jalan. Berdasarkan Perda baik pembeli maupun penjual yang tertangkap diwajibkan membayar denda.

“Tadi ada puluhan pedagang yang berjualan. Pas kami datang, mereka lari. Satu orang yang berhasil diamankan karena membawa mobil dan mobilnya diamankan Dinas Perhubungan," jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan, akhirnya Ramli dan istrinya yang tertangkap berdagang di lokasi terlarang tersebut membayar denda Rp 1 juta.

Baca: Aturan Baru, Siswa di Batanghari Wajib Punya Sertifikat Bisa Baca Alquran untuk Daftar Sekolah

Baca: Gagal Nyaleg, Anggota DPRD Kota Jambi Jadi Malas Ngantor

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Baca: Begini Penjelasan Disdik Bungo Soal Sistem Zonasi, Orang Tua Perlu Tahu

“Dia dan istrinya bisa sanggup bayarnya Rp 1 juta. Jadinya tadi langsung bayar. Mereka adalah pedagang yang dulunya berjualan di Pasar Talang Banjar. Karena memiliki KTP Muaro Jambi dan tidak mendapatkan kios, sehingga berjualan di luar dengan mobil,” katanya.

Sementara Ramli dan istri mengaku tidak mengetahui adanya larangan tersebut. Sehingga dirinya berjualan dari mulai malam hari di Simpang Gado Gado.

“Dulu kami jualan di Pasar Talang Banjar, karena tidak dapat kios, jadinya kita jualan di bagian luar saja. Habis sudah modal kami harus bayar denda Rp 1 juta,” katanya.

Sementara menurut Komari, Kepala Disperindag Kota Jambi bahwa Ramli dan istri akan diberikan kios untuk berjualan di Pasar Talang Banjar. Sehingga tidak harus kucing-kucingan dengan petugas.

“Kita sediakan kios di pasar Talang Banjar. Sudah kita proses. Jadinya lebih aman untuk berjualan karena masih ada kios yang kosong,” pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved