Tenda Kamping Pendaki Cowok-Cewek di Gunung Rinjani Dipisah? Wisata Halal?

Kabar pemisahan tenda kamping laki-laki dan perempuan di Gunung Rinjani ramai dibicarakan.

Tenda Kamping Pendaki Cowok-Cewek di Gunung Rinjani Dipisah? Wisata Halal?
(Dok. Rizky P)
Rizky Prabowo, pendaki yang berada di Gunung Rinjani saat terjadi gempa di Lombok, Minggu (29/7/2018). 

Tenda Kamping Pendaki Cowok-Cewek di Gunung Rinjani Dipisah? Wisata Halal?

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar pemisahan tenda kamping laki-laki dan perempuan di Gunung Rinjani ramai dibicarakan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) angkat bicara soal maraknya pemberitaan TNGR akan segera menerapkan pemisahan antara tempat tenda kamping laki-laki dan perempuan bagi pendaki Gunung Rinjani, NTB.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Sudiyono, dalam keterangan resmi menyatakan, pihaknya sangat mendukung adanya program wisata halal dari Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang kemungkinan akan menjadikan pro dan kontra di masyarakat, Sudiyono menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas pihak TNGR.

Baca Juga

 Mengungkap Haji Ireng, Pengaruh Kakek Susi Pudjiastuti yang Jadi Tuan Tanah di Pangandaran

 Siapakah Jaswar Koto & Soegianto Sulistiyono Saksi Ahli 02 di Sidang Sengketa Pilpres 2019?

 Polwan Berpangkat Kompol yang Beri Servis Dortin Felix akan Segera Diadili, Ini Kelakuannya

 Kevin Aprilio Beri Pengakuan Mengejutkan, Bangkrut Terlilit Hutang 17 Miliar Sampai Ingin Bunuh Diri

 Siapa Sebenarnya Dolly? Kalau Jual Daging Aku Pengalaman, Kalau Jadi Germo Aku Tidak Bisa

"Kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR," kata Sudiyono, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/6/2019).

Menurut Sudiyono, saat ini pihaknya tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih jalur pendakian Rinjani telah dibuka kembali pada 14 Juni 2019.

"Pada saat ini kami sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian khususnya pada e-Tiketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian," kata Sudiyono.
Sudiyono meminta pada seluruh pihak untuk mengakhiri pembicaraan terkait hal tersebut, karena dikhawatirkan akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, semenjak jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka kembali pada 14 Juni lalu, TNGR mencatat hampir 300 pendaki melakukan pendakian ke Gunung Rinjani melalui empat jalur yang dibuka.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved