Kata Bijak Romantis di Bumi Manusia, Novel Pramoedya Ananta Toer Filmnya Diperankan Iqbaal Ramadhan

Bumi Manusia merupakan satu diantara novel tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer selain Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca

Kata Bijak Romantis di Bumi Manusia, Novel Pramoedya Ananta Toer Filmnya Diperankan Iqbaal Ramadhan
Instagram Hanung Bramantyo
Poster Bumi Manusia 

TRIBUNJAMBI.COM - Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer akhirnya diangkat menjadi sebuah film layar lebar.

Bumi Manusia merupakan satu diantara novel tetralogi karya Pramoedya Ananta Toer selain Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca.

Film yang digarap oleh Sutradara Hanung Bramantyo ini menampilkan artis dan aktor peran seperti, Iqbaal Ramadhan, Syah Ine Febriyanti, Mawar De Jongh, Donny Damara, Ayu Laksmi dan puluhan pemeran yang didatangkan dari Belanda.

Bumi Manusia akan menampilkan Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, Sha Ine Febriyanti sebagai Nyai Ontosoroh, dan Mawar de Jongh sebagai Annelies.

Film yang naskahnya ditulis Salman Aristo ini juga menampilkan Ayu Laksmi, Donny Damara, Bryan Domani, Giorgino Abraham dan Jerome Kurniawan.

Baca: Sinopsis Film Bumi Manusia Dibintangi Iqbaal Ramadhan, Mawar De Jogh dan Jadwal Tayang di Bioskop

Baca: Pernyataan Hanung Tentang Sosok Minke Bikin Ariel Heryanto Terhenyak, Pernah Baca Bumi Manusia Ga

Baca: Ini Dia Mawar Eva, Gadis Manis Lawan Main Iqbal Ramadhan di Film Bumi Manusia

Novel Bumi Manusia merupakan seri pertama dari novel tertalogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Novel fenomenal itu menceritakan romantisme antara Minke, Annelis dan Nyai Ontosoroh.

Iqbaal Ramadan dan Mawar De Jongh saat perilisan poster film Bumi Manusia di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019),
Iqbaal Ramadan dan Mawar De Jongh saat perilisan poster film Bumi Manusia di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019), (Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Dilansir dari Wikipedia, Pramoedya Ananta Toer secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia.

Pria kelahiran di Blora, Jawa Tengah pada 6 Februari 1925 ini  meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun.

Semasa hidupnya, ia  telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Dilansir dari Tribunnews, Novel Bumi Manusia sempat  terlarang di masa Orde Baru (Orba).

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved