Pilpres 2019

Identitas Dua Saksi 'Ilegal' BPN yang Ikut Disumpah saat Sidang MK, Akhirnya Dilarang Masuk Ruang

Hakim MK Suhartoyo mengungkap sebelum sidang majelis hakim hanya menerima daftar saksi berupa tulisan tangan dalam secarik kertas dari BPN.

Identitas Dua Saksi 'Ilegal' BPN yang Ikut Disumpah saat Sidang MK, Akhirnya Dilarang Masuk Ruang
YouTube Kompas TV
Ada kejadian menggelitik di sidang ketiga sengketa hasil suara Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (19/6/2019). 

Hakim MK Suhartoyo mengungkap sebelum sidang majelis hakim hanya menerima daftar saksi berupa tulisan tangan dalam secarik kertas dari BPN.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Saksi-saksi dihadirkan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi mengungkap adanya dua saksi 'ilegal' dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang sempat masuk arena sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di MK.

Hakim MK Suhartoyo mengungkap sebelum sidang sengketa hasil pilpres, majelis hakim hanya menerima daftar saksi berupa tulisan tangan dalam secarik kertas dari BPN.

Saksi tersebut adalah Agus Maksum, Idham Amiruddin, Hermansyah, Listiani, Nur Latifah, Rahmadsyah, Fakhrida, Tri Susanti, Dimas Yemahura, Beti Kristiana, Tri Hartanto, Risda Mardiana, Haris Azhar, Said Didu, dan Hairul Anas, serta dua saksi ahli bernama Jaswar Koto, dan Soegianto Soelistiono.

Baca Juga

 Habis Wawancara Brigadir Popy dan Bripda Fitri Disuruh Masuk Kamar, Penyamaran Polwan Cantik di Bali

 Tiga Kali Dicabuli Supir Angkot, M Kepergok Orang Tua Saat Lagi Asyik di Kontrakan

 Siapa Sebenarnya Kakek Sugiono? Mengapa Peman Film Dewasa Jepang Ini Suka Wanita 30-40 Tahun

 Kakekku adalah Suamiku Gadis SMP Dinikahi Pria Usia Lanjut, Kisah Pengantin di Sulawesi Selatan

 Mayor Umar Nekat Minum Air dari Kandang Kuda, Kopassus Tugas Luar Negeri

Sementara itu, sebelumnya anggota tim hukum BPN, Teuku Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya mencoret dua nama saksi, yaitu Beti Kristiana dan Risda Mardiana, sehingga saksi yang dihadirkan tinggal berjumlah 15.

Berdasarkan catatan itu, Hakim Ketua MK Anwar Usman kemudian memanggil semua saksi untuk diambil sumpahnya.

“Karena Pak Haris Azhar dan Said Didu belum hadir maka tadi pagi harusnya 13 saksi saja yang dimintai sumpah, tapi secara fisik ada 15 yang maju, karena pencoretan itu belum disampaikan maka hakim ketua tidak tahu. Ternyata ada dua saksi yang tidak dicatat tapi maju ikut disumpah bernama Suwarno dan Mulyono,” ungkap Suhartoyo.

Hakim MK lainnya, Saldi Isra kemudian menegaskan bahwa dua saksi “ilegal” itu tetap dilarang untuk masuk ruang sidang meskipun sudah diambil sumpahnya.

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved