Guru Aniaya Kepsek, Merasa Sakit Hati, Pukul Korban di Bagian Kepala Gunakan Palu Tukang

Guru kelas yang menganiaya itu bernama Miskijo (57), guru SDN Pocangan 1 Kecamatan Sukowono, warga Dusun Sumber Tengah, Desa Pocangan, Kecamatan Sukow

Guru Aniaya Kepsek, Merasa Sakit Hati, Pukul Korban di Bagian Kepala Gunakan Palu Tukang
IST
Ilustrasi 

Guru Aniaya Kepsek, Merasa Sakit Hati, Pukul Korban di Bagian Kepala Gunakan Palu Tukang

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang guru  menganiaya kepala sekolah di Kabupaten Jember, Kamis (20/6/2019).

Guru kelas yang menganiaya itu bernama Miskijo (57), guru SDN Pocangan 1 Kecamatan Sukowono, warga Dusun Sumber Tengah, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono.

Miskijo menganiaya Kepala SDN Pocangan 1,M Eko Supriyanto (56).

Guru ini memukul kepala kasek menggunakan palu. Akibatnya, kini Eko menjalani perawatan intensif di RSD dr Soebandi Jember.

Baca: Warga Geger Temukan Buaya Buncit, Setelah Dibelah Ternyata Isinya Potongan Tubuh Manusia

Baca: 2 Siswa SD Diduga Jadi Korban Penculikan Pedagang Es, Ponsel Korban Dibawa Kabur

Dari informasi yang dihimpun Surya, pemukulan itu terjadi di ruang guru SDN tersebut sekitar pukul 07.00 Wib. Miskijo meminjam martil atau palu milik tukang yang sedang memperbaiki meja di sekolah tersebut.

Setelah meminjam palu itu, Miskijo masuk ke ruang guru dan tiba-tiba memukul bagian belakang kepala Eko. Dia memukul sampai tiga kali. Akibatnya, Eko tidak sadarkan diri. Para guru yang melihat peristiwa itu langsung membawa Eko ke rumah sakit. Sementara Miskijo diamankan dan diserahkan ke Mapolsek Sukowono.

"Tersangka sudah diamankan, dan sempat dilakukan pemeriksaan awal. Korban mengalami luka robek dan tidak sadarkan diri akibat tiga kali pemukulan oleh tersangka," ujar Kapolsek Sukowono AKP Subagio, Kamis (20/6/2019).

Dari pemeriksaan awal itu, Miskijo mengaku melakukan pemukulan itu karena merasa sakit hati kepada sang kepala sekolah.

Ada satu sikap Eko yang dinilai menghina Miskijo.

Baca: Sabun Cuci Piring Merek Cupir Emak Kejora, Hasil dari Tangan Kreatif

Baca: Aturan Baru, Siswa di Batanghari Wajib Punya Sertifikat Bisa Baca Alquran untuk Daftar Sekolah

"Karena sakit hati sehari sebelumnya korban (Kepsek Eko) menanyakan keuangan dana BOS dan melemparkan buku kepada tersangka (guru Miskijo)," imbuh Subagio.

Namun polisi masih melakukan pemeriksaan awal kepada Miskijo. Pemeriksaan lebih detil belum bisa dilakukan karena saat pemeriksaan berlangsung Miskijo tiba-tiba kejang. Penyidik akhirnya melarikan Miskijo ke Puskesmas Sukowono.

Miskijo ternyata memiliki riwayat penyakit jantung. Pemeriksaan kemudian dihentikan sampai menunggu Miskijo sehat kembali.

Dalam perkara itu, polisi menyita barang bukti berupa palu. Miskijo disangka memakai Pasal 351 KUHP ayat 1 dan 2.

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Baca: Begini Penjelasan Disdik Bungo Soal Sistem Zonasi, Orang Tua Perlu Tahu

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Guru di Jember Pukul Kepala Kasek Pakai Palu Gara-gara Sakit Hati, https://surabaya.tribunnews.com/2019/06/20/guru-di-jember-pukul-kepala-kasek-pakai-palu-gara-gara-sakit-hati.
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved