Aturan Baru, Siswa di Batanghari Wajib Punya Sertifikat Bisa Baca Alquran untuk Daftar Sekolah

Siswa di Batanghari mulai SD, SMP dan SMA perlu melampirkan sertifikat Bisa Baca tulis Alquran dan Salat Fardu sebagai syarat daftar sekolah.

Aturan Baru, Siswa di Batanghari Wajib Punya Sertifikat Bisa Baca Alquran untuk Daftar Sekolah
Membaca Alquran 

Aturan Baru, Siswa di Batanghari Wajib Punya Sertifikat Bisa Baca Alquran untuk Daftar Sekolah

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemkab Batanghari menerapan aturan baru pada tahun ajaran 2019/2020 mendatang. Setiap siswa baik tingkat SD, SMP dan SMA perlu melampirkan sertifikat Bisa Baca tulis Alquran dan Salat Fardu dari kementrian agama ataupun LPTQ sebagai salah satu syarat mendaftar sekolah.

Hal ini diatur didalam Perda No 17 tahun 2013 Kabupaten Batanghari tentang kewajiban baca tulis Alquran bagi siswa.

Dalam melaksanakan amanat perda tersebut, salah satu poin dalam perda tersebut berbunyi berkaitan muatan lokal baca tulis dan shalat fardu lima waktu.

"Ya ini sesuai dengan perda bupati bahwa kewajiban bisa membaca dan salat fardu dengan melampirkan sertifikat untuk masuk sekolah mulai diberlakukan pada penerimaan tahun 2019 ini,” ujar Kadisdikbud Batanghari Jamilah, Kamis (20/6).

Ia menjelaskan, untuk penerapan sebagai syarat masuk sekolah siswa harus melampirkan sertifikat dari kementrian Agama maupun LPTQ.

Baca: Pemkab Batanghari Butuh 2.000 PNS, Guru dan Tenaga Medis Jadi Prioritas CPNS 2019

Baca: Gagal Nyaleg, Anggota DPRD Kota Jambi Jadi Malas Ngantor

Baca: Atasi Banjir di Kota Jambi, Pemkot Siapkan Rp 1,1 Miliar untuk Normalisasi 4 Sungai

Baca: Begini Penjelasan Disdik Bungo Soal Sistem Zonasi, Orang Tua Perlu Tahu

Baca: Amir Sakib Akan Tindaklanjuti Arahan KPK dan Gubernur Jambi

Syarat ini berlaku bagi siswa beragama Islam yang diterima ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Sertifikat tersebut juga bisa dibuktikan dengan ijazah TKQ/TPQ/TQA dan ijazah DTA/DTQ/DTU," papar Jamilah.

Untuk setiap tingkatan, syarat tersebut juga diatur dalam penyeleksian siswa nantinya. Seperti pada tingkat SD/MI adalah siswa mampu membaca Alquran dan mengenal tajwid dasar serta melaksanakan salat fardu.

Tingkat SMP/MTs adalah siswa mampu membaca Alquran dengan lancar berdasarkan ilmu tajwid dan menulis surah-surah pendek Alquran serta melaksanakan salat fardu, sedangkan tingkat SMA/SMK/MA adalah siswa mampu membaca dan menulis Alquran dengan lancar, baik dan benar serta melaksanakan salat fardhu.

"Jika nanti ditemukan siswa yang benar-benar tidak bisa dengan syarat disetiap tingkatanya, siswa tersebut akan tetap masuk sekolah, namun akan mendapat pembinaan pada pendidikan baca tulis Alquran dan salat fardu ini selama enam bulan ke depan di sekolahnya," imbuhnya.

Jamilah mengatakan, meskipun diwajibkan punya sertifikat, siswa sekolah dasar yang belum memiliki sertifikat dari Lembaga Pendidikan Alquran tak bisa digugurkan masuk SMP.

"Yang dijadikan patokan dalam penerimaan siswa baru itu tetap nilai Ujian Nasional, jadi kalau belum punya serifikat tidak membuat siswa ditolak masuk ke sekolah," katanya lagi.

Ia menegaskan tidak ada siswa SD yang tidak bisa masuk SMP karena tidak punya sertifikat baca tulis Alquran.

"Bagi siswa yang belum punya setifikat MDA dan TPA nanti di sekolahnya siswa tersebut diberi kesempatan enam bulan untuk memperoleh sertifikat tersebut," jelasnya.

Baca: Pasca Kondisinya Membaik Usai Operasi Tumor Otak, Begini Aktifitas Terbaru Gugun Gondrong!

Baca: VIRAL - Mobil Toyota Fortuner Seserahan Pernikahan Viral di Pati Ditahan Polisi Diduga Hasil Curian

Baca: VIRAL Narapidana Bisa Unggah Postingan dan Foto-foto di Facebook, Begini Penjelasan Lapas

Baca: 30 Persen Jalan Provinsi Jambi Rusak Berat, Ini Lokasi Pembangunan yang Jadi Prioritas Dinas PUPR

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved