Campus Zone

Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan

Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan

Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan
Tribunjambi/Nurlailis
Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan 

Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertunjukan Tugas Akhir Sendratasik jurusan tari Universitas Jambi (Unja) berjudul Ink, berlangsung di Taman Budaya Jambi, Jumat (14/6/2019) lalu. Adapun kreator dari pertunjukan ini adalah Adhe Fajar Trifaneo.

Pertunjukan tari kontemporer yang berdurasi lebih kurang 30 menit itu berhasil memukau penonton. Gerakan yang disampaikan syarat akan makna, serta diiringi musik yang juga menyatu dengan tiap gerakan.

Aspek pendukung lainnya seperti kostum, make up, lighting dan sisi artistik lain juga mendukung, membuat pertunjukan tersebut patut diapresiasi.

Pertunjukan INK, Tari kontemporer yang digelar di Taman Budaya Jambi
Pertunjukan INK, Tari kontemporer yang digelar di Taman Budaya Jambi (Tribunjambi/Nurlailis)

Adhe Fajar menyampaikan, inspirasi pertunjukan didapat dari kehidupan pribadi. Sebagai laki-laki ia menekuni dunia tata rias yang kebanyakan ditekuni perempuan. Ada saja komentar negatif selama ia menjalani sebagai penata rias.

“Selama kita bisa, tahu batasan, dan bisa menjaga diri kenapa tidak. Bukan hanya dunia make up saja. Ada banyak profesi lainnya yang dilakukan tidak terpatok gender,” ungkap Adhe Fajar.

Dalam pertunjukan ink, tersirat pesan sebagai manusia kata Adhe, diciptakan ibarat kanvas yang siap dicoret dengan beragam warna.

Baca: Dibuka Dengan Tarian Ratoe Jaroh, Inilah Meriahnya Pembukaan MTQ Kecamatan Pengabuan Tanjabbar Jambi

 

Baca: Jaga Tradisi, Desa Muaro Panco, Merangin, Gelar MTQ Tingkat Desa, dan Larang Hiburan Organ Tunggal

Baca: VIDEO: Viral, Pria Berseragam Ormas Marah-marah di Indomaret, Pegawai Diancam, Nyaris Dipukul

Selama perjalannya akan menemukan halang rintangan sebelum mencapai tujuan. Yang terpenting kata dia adalah jangan saling merendahkan.

Proses dilakukan intensif lebih kurang tiga bulan. Penari lainnya yang membantu juga dari sendratasik seperti pemusik dan tata artistik.

Ke depannya, ia ingin membuat kolaborasi pertunjukan menciptakan kebaruan karena dari sendratasik ada banyak mahasiswa yang berbakat.

Adapun beberapa prestasi dari Adhe Fajar diantaranya adalah pernah mengikuti temu karya taman budaya se-Indonesia di Manado, festival nasional tari tradisi di Jakarta bersama sekintang dayo, Festival seni mahasiswa nasional di Kendari.

Kaprodi Sendratasik Unja, Mahdi Bahar dalam sambutannya menyampaikan, di prodi Sendratasik ada dua pilihan utama karya akhir yaitu penelitian ilmiah dan penciptaan seni sesuai minat. Seperti penciptaan musik, tari, maupun teater.

Baca: Dideng, Seni Sastra Lisan dari Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, yang Kian Punah

Baca: VIDEO: Warga Suku Anak Dalam Curhat Ingin Anaknya Maju di Bidang Pendidikan

Baca: Rocky Gerung Ngakak Disebut Sudah Tahu Paslon Jokowi-Maruf Akan Menang, Maruarar Sirait: Saya Senang

“Dunia seni bukanlah dunia tanpa tujuan hidup. Prodi apapun yang dipilih kalau tidak maksimal dijalani ya sama saja. Kalau mau jadi seniman akademisi bisa diperjuangkan di Sendratasik. Semoga seni budaya Jambi bisa lebih maju ke depannya,” ungkap Mahdi Bahar.

Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan (Nurlailis/Tribun Jambi)

Penulis: Nurlailis
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved