Mengenal Sosok Riko Mappedeceng, Pengusaha Jambi yang Jadi Dosen Sekaligus Fotografer

Riko Mappedeceng, S.E., MM. merupakan seorang dosen dan juga pengusaha. Ia juga seorang fotografer.

Mengenal Sosok Riko Mappedeceng, Pengusaha Jambi yang Jadi Dosen Sekaligus Fotografer
IST
Riko Mappedeceng, S.E., MM merupakan seorang dosen dan juga pengusaha. 

Mengenal Sosok Riko Mappedeceng, Pengusaha Jambi yang Jadi Dosen Sekaligus Fotografer

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Riko Mappedeceng, S.E., MM merupakan seorang dosen dan juga pengusaha. Ia menjadi dosen di Universitas Batanghari Jambi dan memiliki usaha Temphoyac, tempat menjual oleh-oleh khas Jambi.

Ia menjadi dosen luar biasa sejak 2008 dan secara resmi pada 2010. Menyoal keinginan, dulu menjadi dosen bukanlah cita-citanya. Dulu sebenarnya justru ia tidak menginginkan jurusan ekonomi, karena disarankan orang tua makanya memilih jurusan itu.

“Saya sendiri inginnya jurusan desain. Seiring berjalannya waktu ternyata menikmati menjadi mahasiswa ekonomi,” ungkapnya, Rabu (19/6).

Baca: VIDEO: Mengenal Dideng, Seni Sastra Lisan dari Rantau Pandan, Bungo yang Hampir Punah

Baca: Sekolah Sempat Disegel, Kepala Sekolah SDN 191 Bukit Kemang Bungo Akhirnya Diberhentikan

Baca: Penerimaan CPNS 2019, Pemkab Kerinci Masih Lakukan Pengkajian

Ia merupakan alumnus UII Jogja fakultas ekonomi angkatan 1999, selesai pada 2004 dan S2 magister manajemen di Unja pada 2004-2006.

Selama kuliah juga aktif organisasi. Salah satu kegiatan besar yang diadakan angkatannya yaitu lomba karya ilmiah pertukaran mata uang tingkat pulau Jawa.

“Perbedaan mengajar dimasa dulu dan sekarang lebih memudahkan dari segi teknologi dan referensi. Sebagai dosen saat ini berhadapan dengan mahasiswa yang lebih kritis,” ujar pria kelahiran Jambi, 15 Juni 1980 ini.

Sebagai seorang pengusaha dan dosen ia merasa dalam mengajar justru saling mendukung. Misalnya mengajarkan mata kuliah kewirausahaan. Ia justru lebih mudah meberikan contoh, tidak terpaku pada buku. Buku hanya sebagai referensi dan pengalaman menjadi contohnya.

Ayah dari tiga anak ini mengaku sudah mulai berjualan sejak SMA. Pada 2007 ia merintis Temphoyac dan pada 2019 ini membuka warung kopi broyat yang lokasinya bersebelahan dengan Temphoyac, The Hok. Selain itu juga ia meneruskan usaha orang tua di bidang peternakan.

Rupanya selain menjadi dosen dan pengusaha ia juga merupakan seorang fotografer sejak 2008. Ia juga kerap berbagi tentang basic fotografi karena menurutnya ilmu photography terus berkembang.

Baca: Termakan Rayuan, 5 Kali Anak SD di Merangin Dicabuli Teman Facebook

Baca: Tergiur Upah Rp 5 Juta, Supir Truk Batu Bara Nekat Antar Sabu, Tertangkap di Simpang Rimbo

Suami dari Nuraini memiliki keinginan untuk memperbanyak penelitian dan juga melanjutkan S3. “Keinginan lainnya tentu ingin tetap membahagiakan keluarga dan berguna untuk masyarakat sekitar,” pungkasnya. 

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved