Berita Kota Jambi

Jualan Dipinggir Jalan, Pemkot Jambi Denda Pedagang Buah Keliling

Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016, tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima kini mulai diterapkan sanksi administrasi.

Jualan Dipinggir Jalan, Pemkot Jambi Denda Pedagang Buah Keliling
Tribunjambi/Rohmayana
Jualan Dipinggir Jalan, Satpol PP Kota Jambi, Denda Pedagang Buah Keliling Rp200 Ribu 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016, tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima kini mulai diterapkan sanksi administrasi.

Bagi pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan sehingga mengganggu lalu lintas maka akan dikenakan sanksi administrasi maksimal 10 juta. Bahkan pembeli yang membeli juga akan di sanksi denda administrasi maksimal Rp2,5 Juta.

Hal ini mulai diterapkan Pemkot Jambi melalui Satpol PP Kota Jambi, saat melakukan penertiban, Rabu (19/6/2019). Satpol PP mendapati tiga pedagang dan satu orang pembeli yang melakukan transaksi jual beli di sepanjang jalan menuju pasar Talang Banjar.

Baca: Diduga Suami Selingkuh Dengan Wanita Idaman Lain, Wanita Ini Ngadu ke Satpol PP, Begini Hasilnya!

Baca: VIDEO: Honor Reza Rahadian Sekali Main Film Sampe Miliaran? Sambil Berseloroh Ini Jawab Reza

Baca: Terungkap, Penyelundupan Mobil Mewah dari Negeri Jiran, Ditutupi Pakan Ternak

Sehingga tim dari Satpol PP menyita barang dagangan pedagang berupa dagangan buah, sayuran, dan ikan.

Dikatakan Sudiman pedagang nanas yang ikut tertangkap Satpol PP mengakui bahwa dirinya berjualan dipinggir toko, namun jauh dari jalan. Menurutnya ia hanya pedagang nanas dengan penghasilan rata-rata 80 Ribu perhari.

"Kalau saya didenda lebih dari 100 ribu biarlah nanas ini disita saja, karena saya tidak punya uang untuk bayar dendanya," ujar Sudiman.

Baca: PSK Sunan Kuning Protes Penutupan Lokalisasi, Semalam Sanggup Layani 15 Tamu dan Raih Rp 7 Juta

Baca: Pertunjukan Ink, Tari Kontemporer dan Pesan Jangan Saling Merendahkan yang Disampaikan

Baca: Jaga Tradisi, Desa Muaro Panco, Merangin, Gelar MTQ Tingkat Desa, dan Larang Hiburan Organ Tunggal

Menurutnya penertiban ini sangat baik untuk mengatur ketertiban lalu lintas. Namun ia mengaku tidak mengetahui Perda tersebut.

"Lagi pula saya ini sedang apes, karena saya pedagang nanas keliling. Tadi kebetulan saja saya jualan di pinggir jalan menjelang toko tempat saya numpang ini buka," ujarnya. 

Dirinya meminta kepada pemerintah agar memberikan keringanan dalam hal ini. Karena ia mengaku hanya mencari uang untuk makan anak dan istrinya.

 

Dagangan yang disita Satpol PP dari pedagang yang berjualan di pinggir jalan
Dagangan yang disita Satpol PP dari pedagang yang berjualan di pinggir jalan (Tribunjambi/Rohmayana)

"Kalau memang mau diterapkan sanksi kami terima, cuma apa tidak ditimbang lagi sisi kemanusiaannya. Saya cuma jualan untuk makan," sebutnya.

Setelah dilakukan negosiasi akhirnya Sudiman menyetujui untuk membayar sanksi administrasi sebesar Rp 200 Ribu. Beberapa persyaratan Diantaranya untuk tidak berjualan di pinggir jalan lagi, dan barang dagangan tidak disita.

Jualan Dipinggir Jalan, Satpol PP Kota Jambi, Denda Pedagang Buah Keliling Rp200 Ribu (Rohmayana/Tribun Jambi)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved