Berita Tanjab Timur

50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur, Belum Dimanfaatkan, Ini Kendalanya

50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur, Belum Dimanfaatkan, Ini Kendalanya

50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur, Belum Dimanfaatkan, Ini Kendalanya
tribunjambi/Abdullah Usman
50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara, Tanjab Timur, Belum Dimanfaatkan, Ini Kendalanya 

Terkendala Jaringan Listrik, 50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara Belum Dimanfaatkan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Memasuki pertengahan tahun 2019 serah terima dan pemanfaatan Rumah Nelayan yang telah rampung dibangun di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga saat ini masih belum dimanfaatkan.

Sebanyak 50 unit rumah semi permanen yang diperuntukan bagi kalangan Nelayan pesisir di Kecamatan Mendahara yang telah rampung dibangun sejak tahun 2018 lalu, hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.

Baca: Pasukan Perbatasan Perairan Australia Tangkap Kapal Nelayan Indonesia, 14 Awak Diamankan

Baca: Dideng, Seni Sastra Lisan dari Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, yang Kian Punah

Baca: Lakukan Penilaian, Kementrian PPPA Turun ke Dusun Rantau Pandan, Ini yang Dilakukan Tim Penilai

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Perikanan Tanjung Jabung Timur Hayat, saat dikonfirmasi tribunjambi.com menuturkan, dirinya tidak memungkiri jika hingga saat ini rumah nelayan tersebut belum dapat digunakan ataupun dilakukan serah terima.

"Karena memang ada beberapa faktor yang harus dilengkapi terlebih dahulu dan saat ini masih dalam proses pendataan dan tahap verifikasi," jelasnya.

Baca: Kapolri Tito Karnavian Pernah Minta Teroris Bunuh Diri di Depannya dengan Benturkan Kepala

Baca: Kontroversial, Diktator Uganda Idi Amin, Bugil Dikejar-kejar Ketahuan Tiduri Istri Tentara

Baca: Berani Selidiki Kasus Perkosaan, Kapolri Jujur Dicopot Soeharto, Saat Pensiun Para Kapolda Iba

Beberapa faktor tadi diantaranya, hingga saat ini belum adanya jaringan listrik hingga ke kawasan permukiman nelayan tersebut, ditambah akses lainnya. Namun yang paling penting itu akses listrik.

"Meskipun fasilitas air bersih melalui sumur bor ada, namun jika tidak ada listrik juga tidak bisa digunakan. Maka dari itu kita upayakan akses listrik terlebih dahulu selain itu juga sosialisasi," tambahnya.

Dikatakannya pula, untuk kebutuhan sendiri ada 50 KK dimana saat ini kita sudah menerima pengajuan dari pihak kelurahan dan kecamatan terkait siapa saja yang akan menghuni.

Baca: Hore, Ada 90 PTN yang Digratiskan untuk Mahasiswa Asal Jakarta

Baca: Kisah Epy Kusnandar Premen Pensiun Sembuh Kanker Otak Cara Alternatif, Kini Diidap Hercules

Baca: Andika Eks Kangen Band Laporkan Wanita ke Polisi: Lampung Provinsi Gue Dihina Kayak Gitu

Pihaknya juga telah melakukan penyataan ada sebanyak 15 rumah yang sudah terdata.

"Terkait kapan dapat digunakan dirinya tidak dapat memastikan dan memaksakan jika listrik belum ada, namun jika mereka ingin menggunakan dengan keadaan yang ada seperti saat ini silahkan karena itu memang harus dimanfaatkan," jelasnya. 

Terkendala Jaringan Listrik, 50 Rumah Nelayan di Kecamatan Mendahara Belum Dimanfaatkan (Abdullah Usman/Tribun Jambi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved