Penyebar Video Me5um 'Jilbab Pink' di Kerinci Ditangkap, Ini Pengakuan NA yang Mengejutkan

Setelah video tak senonoh 'rexona hijau' viral, Kabupaten Kerinci kembali dihebohkan dengan video mesum jilbab pink.

Penyebar Video Me5um 'Jilbab Pink' di Kerinci Ditangkap, Ini Pengakuan NA yang Mengejutkan
net
Ilustrasi video mesum 

Penyebar Video Mesum 'Jilbab Pink' di Kerinci Ditangkap, NA Buat Pengakuan Mengejutkan

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Setelah video tak senonoh 'rexona hijau' viral, Kabupaten Kerinci kembali dihebohkan dengan video mesum jilbab pink.

Polres Kerinci yang bergerak cepat berhasil menangkap pelaku penyebar video jilbab pink.

Pelaku adalah NA (21) warga Kecamatan Danau Kerinci. Ia diamankan oleh Tim Opsnal dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kerinci, Selasa (18/6/) di kediamannya pukul 16.30 WIB.

Di hadapan Polisi, NA (21) bukan hanya mengakui sebagai penyebar video mesum tersebut, tetapi juga sebagai pameran video "jilbab pink".

Dari penuturan NA, adegan video mesum itu direkam di salah satu pondok taman rekreasi di salah satu desa pinggiran Danau Kerinci sebelum akhirnya disebarkan.

Baca: 8 Tahun Tak Difungsikan, Pasar Pelelangan Ikan Koto Petai Dibiarkan Rusak

Baca: Pilkada Tanjab Barat, Katamso: Saya Belum Memutuskan

Baca: Illegal Drilling Ancam Lingkungan, Bupati Batanghari Tunggu Reaksi Kementerian

Baca: VIDEO: Detik-detik Mendebarkan Evakuasi Wanita Hanyut Terseret Banjir di Pekanbaru

Baca: Beredar Video Mesum Pelajar Kalimatan Barat, Pelaku Guru Korban, 3 Tahun Dipaksa Jadi Pemuas Nafsu

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto melalui Kasat Reskrim IPTU Toni Hidayat mengatakan, korban merupakan anak-anak yang masih di bawah umur. 

"Pengakuan pelaku di tempat pondok salah satu objek wisata pinggir Danau Kerinci, kemudian pelaku mengirimkan video tersebut ke teman-teman korban," ungkap Kasat Reskrim Toni.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Kerinci pada Jumat 13 Juni 2019 lalu dengan laporan Polisi Nomor : LP / B-348 / VI / 2019 / Spkt.1 / Res kerinci, tanggal 13 juni 2019 Tentang Persetubuhan Anak di Bawah Umur.

"Pelaku NA diganjar dengan pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2), persetubuhan terhadap anak di bawah umur, UU RI No. 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas UU no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun denda paling banyak Rp 5 milyar," jelas Toni.

Untuk diketahui, setelah sempat viral video “Rexona Hijau” dan video “Biji Ketumbar”, warga Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, kembali viral dengan beredarnya video syur lainnya, yang berjudul “Jilbab Pink" dengan durasi 1 menit 28 detik.

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved